KARAWANG– Bupati Karawang, Cellica Nurrchadiana melanti pengurus Karang Taruna Kabupaten Karawang, kemarin (22/7). Di hadapan para pengurus baru, Cellica menjanjikan tahun Fepan Pemkab Karawang akan mengucur anggaran yang bersumber dari APBD Karawang untuk operasional Karang Taruna. “Karang Taruna sebagai mitra dari Pemkab Karawang, insya allah tahun depan akan mendapat suplai dari APBD untuk operasional organisasi ini,” kata Cellica, kemarin (22/7) saat memberikan sambutan. Cellica menilai, selama ini kontribusi Karang Taruna untuk Kabupaten Karawang terbilang banyak. Namun, sampai tahun 2020 ini, belum ada anggaran khusus dari APBD untuk Karang Taruna.
“Karang Taruna Kabupaten Karawang sangat kami perlukan bantuannya. Selama Pandemi Covid-19 ini saja, Satgas Covid-19 Karang Taruna bergerilya bersama kami dalam memerangi virus korona,” ujar Cellica.
Cellica berharap, kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Asep Saepulloh, bisa menunjukan, bawah pemuda Karawang mampu bersaing, menjadi representasi yang baik, juga bisa menjadi mitra yang baik untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.
“Pemkab Karawang tidak pernah menutup diri pada kritik. Jika harus di kritik berikan. Jadilah mitra terbaik pemerintah daerah untuk membangun Karawang menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Karang Taruna Karawang, Asep “Ceong” Saepulloh mengatakan, sejak era kepemimpinan Oma Miharja, Karang Taruna Kabupaten Karawang tak pernah mendapat alokasi anggaran dari Pemkab Karawang. Padahal, kata Asep, di kabupaten lain seperti Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, anggaran operasional Karang Taruna sudah tembus sampai Rp. 1 miliar per tahun.
“Sebelumnya itu hasil ajuan kita kepada Kadinsos juga Bupati secara langsung. Dan mudah-mudahan itu bisa dikabulkan tahun 2021,” ujar dia.
“Untuk tahun 2020 insya allah kita harapkan ada di anggaran perubahan,” ucapnya.
Asep menjelaskan, pada era serba digital, Karang Taruna Karawang bakal aktif pada platform online. Selain itu, pihaknya juga mengaku bakal aktif di bidang usaha dan bisnis. Untuk kesejahteraan pemuda pemudi di Karawang. “Ke depan mindset kita harus berubah. Dari bekerja ke pabrik. Menjadi pemilik pabrik,” pungkasnya. (wyd/mhs)