Kasatgas Cium Bau Air Citarum

0 Komentar

Sekretaris Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (ForkadasC+) Yuda Febrian mengatakan kondisi debit Sungai Citarum harus menjadi catatan. Apakah daya dukung dan tampung Sungai Citarum dengan debit rendah dapat menampung air limbah dari perusahaan yang jumlahnya mencapai puluhan ribu kubik setiap harinya.

“Jadi ada catatan atau perlu aturan yang mengatur daya tampung debit Citarum . Saya pikir sudah saatnya Citarum untuk tidak dijadikan lagi drainase pembuangan limbah,” ungkapnya.
Sejumlah warga menduga, kondisi air Citarum seperti itu akibat tercemar limbah industri. Sebab, sebelumnya air Citarum masih terlihat berwarna coklat kehijau-hijuan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas air Citarum mulai membaik. Bahkan berbagai jenis ikan tawar pun mulai berkembang biak di aliran Citarum. Namun kini kualitas air Citarum kembali buruk,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar bantaran Citarum, Maemunah kepada awak media.
Hal senada dikatakan Santa, warga Dusun Sumedangan, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur. Dia menyebut pencemaran sungai Citarum yang terjadi saat ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.
“Hampir semua jenis ikan yang hidup di aliran Citarum, seperni nila, mujaer, dan betok, pada mati. Bahkan ikan sapu-sapu yang dikenal kuat di dalam air limbah ikut mengambang tak bernyawa,” papar Santa dilansir KBE dari PR. (rie/mhs)

Laman:

1 2
0 Komentar