Rahmat: Raih 8 Prestasi di MTQ XXXVI

0 Komentar

KOTA BEKASI – Usai kejuaran umum dan peringkat prestasi kejuaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVI yang diselenggarakan di Kabupaten Subang pada tanggal 03 sampai 11 September 2020, para kafilah yang berjuang telah kembali ke Kota Bekasi, rabu(16/9/2020). Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi bersama penanggung jawab Kafilah Kota Bekasi sekaligus Wakil Ketua Baznas Kota Bekasi, Ismail Hasyim dan Kepala Bagian Kessos Setda Kota Bekasi, H. Mardani menerima para kafilah kembali di gate 12, Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi. Para kafilah yamg telah berjuang pada puncak perayaan MTQ XXXVI kembali ke Kota Bekasi menorehkan 8 prestasi dan masuk dalam 10 besar untuk Kota Bekasi menjadi juara umum di tingkat Provinsi Jawa Barat. Rahmat mengatakan, terima kasih telah berjuang untuk Kota Bekasi dalam ajang MTQ kemarin. Dan pulang menorehkan prestasi, jangan patah semangat bagi yang belum bisa menghasilkan prestasi. Terus dikembangkan dan berlatih dalam momen selanjutnya bisa menggebrak banyak prestasi. Lanjut Rahmat, bahwa yang terpenting bukan dari prestasinya akan tetapi para kafilah yang ada di sini asli Kota Bekasi tidak ada yang dari luar Kota Bekasi KTP nya. “Semoga hasil peraihan prestasi ini menjadi semangat motivasi dalam kedepannya kembali. Sehingga Kota Bekasi menjadi teratas juga, terima kasih atas perjuangan yang telah di raih,” harapnya. Sementara, Wakil Ketua Baznas Kota Bekasi, Ismail Hasyim menuturkan, tiga medali tersebut di rebut melalui beberapa kategori yang diikuti dari jumlah keseluruhan 52 peserta di Jawa Barat. “Tiga medali tersebut diantaranya adalah satu emas, satu perak dan satu perunggu di setiap cabangnya. Pada Cabang tafsir dalam bahasa inggris dan arab merupakan bagian cabang yang diproyeksikan untuk meraih medali juara. Karena pada kompetisi sebelumnya pun masuk cabang yang selalu diunggulkan dari kami (Kota Bekasi),” jelasnya. “Persiapan di tengah pandemi ini bukan sebagai sebuah halangan bahkan hal itu dijadikan bagian tantangan, selain itu mereka (peserta) selalu dipantau oleh mentor via aplikasi jejaring sosial dalam penyampaian materinya,” ungkapnya. (dhy/rie)

0 Komentar