Petani Demo ke Kantor Bupati

0 Komentar

Di Hari Tani Nasional, Pupuk Subsidi Masih Langka

KARAWANG- Di tengah peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari kamis (24/9/2020), para petani di Karawang justru harus meratapi kesulitan akibat langkanya pupuk subsidi. Mereka “mejerit”, ongkos tanam mereka naik berkali-kali lipat. Tak ingin berdiam saja di tengah kesulitan, rencananya para petani, hari kamis (24/9/2020) akan demo di depan kantor bupati menuntut segera dijamin ketersediaan dan didistribusikan pupuk subsidi kepada petani. Ketua Serikat Tani Karawan (Setakar), Deden Sofyan menilai fenoma kelangkaan pupuk subsidi buah dari ketidakmampuan Pemkab Karawang melaporkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang menjadi dasar pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani. “Padahal pemerintah pusat sudah mengalokasi anggaran sesuai luas baku lahan sawah yang ditetapkan ATR/BPN serta memberikan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton berdasarkan permentan 01/2020 ditambah cadangan 10%,” kata Deden. “Ketidakseriusan Pemda Karawang dalam hal mengakses dan menginfut data e-RDKK mencerminkan sikap masa bodoh Pemda Karawang terhadap petani karawang, yang berakibat mandegnya proses distribusi pupuk dari produsen-distributor-kios sampai ke petani,” timpal dia. Tak hanya itu saja, yang mengerankan belum lama ini menyikapi langkaanya pupuk subsidi, Pemkab Karawang melalui Dinas Pertanian Karawang, malah mengirim surat dinas nomor 52133/4747/Distan berisi usulan kuota tambahan pupuk subsidi tahun 2020 kepada Menteri Pertanian RI. Padahal, saat in pupuk di masih menumpuk di produsen alias memang ak didistribuskian. “Lagi-lagi petani menjadi korban akibat sulitnya mendapatkan pupuk subsidi saat musim tanam tiba, sehingga petani harus menambah biaya produksi untuk pembelian pupuk nonsubsidi sebagai penggantinya dengan harga yang sangat mahal,” kata dia. Rencananya ratusan petani akan demo pada pagi hari. Adapun inti tuntutan mereka di antaranya darimulai menuntut segera distribusikan pupuk kepada petani, hingga desakan pecat Kepala Dinas Pertanian Karawang. Sebelumnya diketahui, Bupati Karawang, Cellica Nurachadina beberaapa waktu lalu menyatakan telah meminta sudah meminta jatah tambahan pupuk subsidi di Bulan September ini. Namun, kenyataan di lapangan, keberadaan pupuk subsidi itu masih langka. Petani “mejerit”, ongkos tanam mereka naik berkali-kali lipat. Kelangkaan pupuk yang telah mendapat sorotan seluru anggota DPRD Jabar daridaerah pemilihan Karawang-Purwakarta ini, perlu sesegera mungkin dicarikan solusinya. Apalagi, lahan pesawahan di Karawang, saat ini, baru selesai melakukan proses tanam. Para petani memerlukan pupuk urea untuk proses penggemukan tanaman padinya. Terlebih bagi para petani yang usia tumbuhan padinya sudah menginjak satu hingga dua bulan. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Dinas Pertanian Kabupaten Karawang hanya meminta para petani untuk bersabar. Mengingat, proses pengajuan penambahan pupuk subsidi ke Kementrian Pertanian itu perlu proses dan waktu. Menyikapi itu, sejumlah petani di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, mengaku tak mau tahu proses birokrasi itu. Mereka hanya ingin, pupuk urea bersubsidi segera turun. Agar tanaman padi yang kadung di tanam bisa tetap tumbuh subur.

0 Komentar