Petani Demo ke Kantor Bupati

0 Komentar

Meskipun di sejumlah kios masih ada pupuk non-subsidi yang harganya tiga kali lipat lebih mahal. Petani tetap tak mau membeli. Pasalnya, mereka tak mau rugi. Jika pada masa panen nanti. Harga jual gabah tak maksimal lagi, seperti pada musim panen sebelumnya.

“Petani tak mau tahu alasan dan prosedur lainnya. Yang penting buat mereka saat ini, pupuk urea bersubsidi ada lagi,” ungkap Kepala Desa Bayur Kidul, Darsono, Sabtu, (19/9) kemarin.

Di samping itu, Darsono mengaku banyak sekali dibanjiri keluhan dari para petani di desanya. Karenanya, ia bersama UPTD Pertanian setempat menggelar rapat khusus, membahas kelangkaan ini.

Baca Juga:Ray White Gelar Biannual AwardsEvaluasi BDR, Sacila Gelar PTS Daring

Hasilnya, para petani tetap tak mau membeli pupuk non subsidi. Yang harganya mencapai Rp. 600 ribu per kwintal. Perbedaan harganya memang sangat jauh, jika dibandingkan dengan pupuk subsidi yang hanya Rp. 180 ribuan per kwintal.

“Ini menjadi pertanyaan serius petani. Kenapa masih langka? Ini kan mengancam tanaman padi gagal tumbuh. Apa lagi, yang sudah lebih 10 hari tanam,” kata kepala desa yang baru menjabat itu.

“Ada pupuk non subsidi. Tapi harganya tidak akan seimbang dengan hasil panen nanti. Urea ini mahal sekali,” imbuhnya.

Sementara di wilayah lain. Petani di Kecamatan Pedes terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya selangit itu. Pasalnya, jika tak segera diberi pupuk. Tanaman padi tak bisa tumbuh dengan sempurna.

Petani asal Kecamatan Pedes, Engkus Kusnadi menuturkan, pihaknya terpaksa membeli pupuk non subsidi seharga Rp. 600 ribu per kwintal, demi tanaman padi yang sudah kadung di tanam sepekan lalu.

Kusnadi mengaku, karena menggunakan pupuk non subsidi itu. Biaya produksi naik hingga tiga kali lipat. Engkus pun berharap, pemerintah segera mencari solusi. Dari kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut.

“Kemarin beli Rp. 600 ribu per kwintal. Kalau subsidi Rp. 180 ribuan. Biaya produksi jadi naik tiga kali lipat,” katanya.

Baca Juga:Layanan Baik RSUD Diganjar PenghargaanSkuat Persika Ditentukan Awal Oktober

Sebelumnya, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, kelangkaan pupuk saat ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Karawang. Akan tetapi, hampir di seluruh wilayah lumbung padi di Indonesia

0 Komentar