TAK TERIMA NAMA PARTAI DICATUT DUKUNG PASLON NOMOR 2
KARAWANG– Anggota DPRD Karawang, Fraksi PDI-Perjuangan, Toto Suripto, ngamuk di acara silaturahmi relawan pasangan calon Bupati Karawang nomor urut 02, Cellica Nurrachadiana-Aep Saepulloh yang berlangsung di Hotel Britsh, rabu(2/12/2020) kemarin. Toto geram, lantaran institusi PDI-Perjuangan dicatut oleh tim kampanye Cellica-Aep dalam acara tersebut. Acara yang bertajuk “Silaturahmi para tokoh PDI-P Banteng Lama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Karawang” itu, juga terpampang dalam back drop tulisan “Lima Tahun Menuju Penataan Karawang Lebih Baik, Mendukung Kemenangan Pasangan Calon 02”. Hal itu, kata Toto membuat bukan hanya dia, tapi berpotensi membuat seluru kader PDIP ngamuk. Toto menuturkan, pelaksanaan kegiatan kampanye merupakan hak asasi bagi kelompok mana pun. Namun, pihaknya tak terima jika dalam pelaksanaan kegiatan itu, mereka mencatut institusi PDI-Perjuangan. “Ini hak asasi mereka sebagai timses. Tapi jangan sekali-kali membawa institusi partai PDI-Perjuangan. Saya kader PDI-Perjuangan, saya bisa mengerahkan masa jika acara ini terlaksana membawa atas nama PDI-Perjuangan. PDI-Perjuangan solid, jangan di acak-acak,” ujar Toto Suripto, di Hotel Britz Karawang, Rabu, (2/12/2020). Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI-P Karawang, Taufik Ismail mengatakan, pihaknya mengaku selalu menghargai proses berpolitik selaa pemilihan bupati Karawang berlangsung. Soal kegiatan itu, Pipik mengaku tidak keberatan jika digelar secara personal atau atas nama pribadi. Namun, jika sudah mencatut nama institusi, ia tak akan bisa terima.
“Siapa pun berhak mendukung siapa pun. Itu adalah hak. Tapi jangan bawa institusi, kecuali (acara ini,red) atas nama pribadi,” kata politisi yang akrab di sapa Kang Pipik itu.
“Karena institusi ini bukan milik pribadi. Ada penanggung jawabnya yang sah dilindungi undang-undang. Tapi kalau main catut ajah, itu ya bisa,” imbuhnya.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun di Tol CipaliSiswa MAN 2 Karawang Jadi Duta Hukum dan HAM
Dengan tegas Pipik mengatakan, pihaknya akan masa bodoh. Jika acara tersebut dihadiri oleh peserta yang mengatasnamakan masyarakat atau pun tokoh-tokoh tertentu. Namun, jika sudah mencatut institusi. Itu sudah masuk ke ranah hukum hingga pelecehan.
“Masa bodoh lah kalau acara itu dihadiri tokoh masyarakat. Tapi kalau konteksnya sudah mencatut institusi. Ini sudah masuk ke ranah hukum dan pelecehan organisasi,” tegasnya.