“Saya bantai sama saya kalau ada yang mengatasnamakan PDI-Perjuangan,” timpal Toto disela-sela sesi wawancara.
Pipik melanjutkan, dalam proses Pilkada ini. Sebaiknya berpolitik yang saling menghargai.
“Saya kan orangnya saling menghargai, tapi kalau udah di usik, silahkan. Oke!,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDIP Karawang Bidang Pemenangan Pemilu, Mulyadi mengungkapkan pihaknya akan segera menempuh jalur hukum ,melaporkan Relawan Cellica – Aep yang diduga telah mengatasnamakan PDIP dalam acara mendukung Pasangan Calon (Paslon) Cellica-Aep.
Menurut Mulyadi, tindakan relawan paslon 02 ( Cellica – Aep) ini sangat meresahkan.“Tim Kuasa hukum kami akan segera melaporkan ke Polres Karawang, karena ini sudah nyata – nyata berdampak meresahkan di antara para kader PDI Perjuangan,” sesalnya.
Dikatakannya, mereka ( Relawan yang mengatasnamakan PDIP) bukanlah kader PDIP. Karena seorang kader itu harus taat dan fatsun kepada perintah partai dan menjalankan apa yang direkomendasikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati.
“Mereka yang mengaku kader PDI Perjuangan bukanlah kader PDI Perjuangan lagi. Sebagaimana saya lihat hari ini dalam spanduk yang dipasang dan mengatasnamakan PDIP maka orang – orang semacam itu, diluar PDIP dan bukan lagi kader, silahkan mau mendukung siapa saja,”pungkasnya.
Sementara itu, tak lama setelah peristiwa ngamuknya kader PDIP ramaai di media sosial, Ketua Tim Pemenangan Cellica-Aep langsung memberikan keterangan pers permohonaan maaf kepada seluruh kader PDI, khusunya di Karawang.
“Hari ini ada insiden kecil, yang agak sedikit mengusik ketenangan saudara-saudara PDIP karena ada kesalahan di tim kami yang tidak ada koordinasi dengan saya selaku ketua tim. Tapi apapun yang tejadi, saya sebagi ketua tim pemenangan mempunyai tanggung jawab. Ini bukan kesalah siapa-siapa, mungkin ini kesalahan saya, selaku ketua tim, karena saya miskordinasi dengan seluruh jajaan 02. Beri kesempatan saya untuk menyampaikan maaf kepada seluruh keluarga PDIP. Yang notabene mereka keluarga saya semua,” kata Jenal di hadapan awak media. (wyd/mhs)