Ia menerangkan, BKJ memiliki sekitar 1.433 nasabah kredit dan 2.717 nasabah tabungan, telah menyalurkan dividen sebesar Rp 2,3 miliar kepada pemerintah daerah. Dividen tahunan yang diberikan berkisar antara Rp 350 juta hingga Rp 400 juta, sementara dividen yang diserahkan kepada Pemprov Jawa Barat mencapai Rp 674 juta.
BKJ, menurut Mumun, sudah menjadi bagian dari uji coba tahap kedua di Pemprov Jabar. Sebelumnya, tahap pertama telah berhasil direalisasikan dengan Bekasi dan tiga daerah lainnya yang telah melakukan merger. “Dengan adanya merger ini, diharapkan BKJ bisa tetap beroperasi dengan sehat dan dapat membantu lebih banyak masyarakat kecil menengah,” ujar Mumun. (Siska)