Pemkab Karawang Gencarkan Upaya Penanganan Stunting dan Masalah Gizi

Kbeonline
Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor.
0 Komentar

KARAWANG, KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan data Agustus 2024, angka stunting di Karawang tercatat sebesar 1,8 persen, wasting 1,8 persen, dan underweight 3,5 persen.

Meskipun terjadi penurunan dalam beberapa indikator, angka underweight justru mengalami kenaikan.

Baca Juga:Sinergitas Jadi Kunci dalam Mewujudkan Pembangunan DaerahBIJB Kertajati-Majalengka Siap Fasilitasi Keberangkatan Calon Jemaah Haji Asal Jabar

Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Endang Suryadi, menegaskan bahwa underweight merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.

“Underweight adalah kondisi kekurangan berat badan, dan ini tentu termasuk masalah kesehatan yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi, tetapi harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dalam upaya pencegahan, pemerintah menetapkan lima kelompok sasaran utama, yaitu remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–59 bulan.

Remaja putri diberikan edukasi tentang gizi dan kesehatan sejak dini, sementara calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

Ibu hamil mendapatkan pendampingan gizi untuk memastikan pertumbuhan janin yang sehat, ibu menyusui didukung dalam pemberian ASI eksklusif, dan balita dipantau perkembangannya secara berkala.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi fokus utama dalam program ini. Endang menekankan pentingnya peran Departemen Agama dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin serta Dinas Pendidikan dalam membimbing remaja putri di sekolah.

Baca Juga:Pemkab Karawang Akan Segera Koordinasi dengan Pemprov Terkait Penyertaan Sisa Modal PT BPR Karawang JabarKecewa Tapi Patuh, Siswa SMA 6 Karawang Terima Larangan Perpisahan di Luar Jabar

“Kolaborasi ini sangat penting agar sasaran pencegahan stunting dapat lebih efektif,” katanya.

Meski program penanganan stunting terus berjalan, data menunjukkan bahwa angka stunting di Karawang mengalami kenaikan dari 14 persen pada 2022 menjadi 17,1 persen pada 2023.

Namun, secara keseluruhan, Provinsi Jawa Barat berhasil menurunkan angka stunting sebesar 2 persen.

“Mudah-mudahan Karawang juga bisa mengikuti tren positif ini. Kami berharap pada 2024 angka stunting bisa turun menjadi sekitar 15 persen dengan strategi yang telah diterapkan,” ujar Endang.

Terkait anggaran, Endang mengakui bahwa dana yang tersedia masih bisa dioptimalkan. “Kalau disebut mencukupi, ya di cukup-cukupi. Karena anggaran harus dibagi untuk banyak kebutuhan. Kalau memang kurang, seharusnya ditambah lagi. Tapi yang terpenting, semua pihak harus bergerak bersama menangani stunting,” jelasnya.

0 Komentar