KARAWANG, KBEonline.id – PT. BPR Karawang Jabar (Perseroda) atau yang lebih dikenal dengan BKJ Perseroda, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program, salah satunya adalah program kredit perdagangan. Hal ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan untuk membantu perekonomian daerah, khususnya dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Kabupaten Karawang.
Direktur Utama PT. BPR Karawang Jabar (Perseroda), Heri Heryanto, mengungkapkan bahwa BKJ Perseroda berupaya untuk mempermudah transaksi para nasabah dengan menyediakan layanan jemput bola. “Karena aktivitas pedagang, petani, dan para pelaku UMKM sangat padat, kami hadir dengan layanan jemput bola, di mana pegawai kami akan langsung turun ke lapangan dan memberikan layanan kepada para nasabah,” katanya, Rabu, 26/2/2025 saat ditemui di BKJ Kantor Kas Pemda Karawang.
Layanan jemput bola ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang ke kantor bank. Dengan cara ini, BKJ Perseroda dapat lebih dekat dan cepat memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh para nasabahnya.
Baca Juga:HPSN 2025, DLH Karawang & Bank Sampah Latanza Gelar Barter Sampah Botol Plastik Dengan Tumbler di Paud TerataiKode Redeem Shaman King Soul Fusion February 2025
Selain itu, BKJ Perseroda juga telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Karawang. Perusahaan ini mendapat rekomendasi untuk melakukan funding dana di sekolah-sekolah, sekaligus memberikan edukasi serta literasi perbankan kepada anak-anak sekolah di Karawang. Ini menjadi langkah strategis BKJ dalam memperkenalkan dunia perbankan sejak dini kepada generasi muda.
Sebagai salah satu lembaga keuangan yang telah berdiri sejak tahun 1974, PT. BPR Karawang Jabar (Perseroda) yang awalnya berbadan hukum PD BKPD Kecamatan Cilamaya ini kemudian berubah menjadi PT. BPR Karawang Jabar (Perseroda) pada tahun 2019. Sejak berdirinya, BKJ telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya bagi para pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan.
Heri Heryanto menambahkan bahwa meskipun saat ini persaingan di dunia perbankan nasional semakin ketat, terutama di era digitalisasi, BKJ tetap berupaya untuk bersaing secara sehat. “Kami menghadapi tantangan persaingan yang sangat ketat, terutama dalam perkembangan digitalisasi yang semakin pesat. Meskipun sarana dan prasarana yang kami miliki masih terbatas, kami terus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” ujar Heri.