Saat berdiri dua tahun lalu, ada 7 jenis katalis yang diproduksi, namun saat ini PT KSI sudah bisa membuat 13 jenis produk katalis. Yaitu 9 jenis katalis hydrotreating dan 4 jenis katalis oleochemical.
“Dengan dukungan dari ITB, Pertamina, dan Pupuk Kujang, kita akan terus berusaha menyediakan katalis-katalis yang bermanfaat di berbagai sektor industry, termasuk berinovasi menambah produk baru,” ujar Hadiyanto, Direktur Utama PT KSI.
Hadiyanto menuturkan, saat ini, ada dua produk baru yang diproduksi. Yaitu, katalis SGB VII untuk mendukung industri biofuel atau bahan bakar organik.
Baca Juga:Rafael Situmorang Jadi Narasumber Utama Hubungan Internasional on Vacation Unikom, Bahas Kerjasama Luar NegeriGubernur Jabar Dedi Mulyadi: Infrastruktur Kabupaten Bekasi Harus Dibenahi
Katalis tersebut berfungsi untuk memisahkan sulfur dalam proses produksi di PT Kilang Pertamina Internasional di Kasim, Papua.
Katalis kedua, adalah ME-Kat 200. Katalis tersebut berfungsi untuk memproses metil ester atau minyak nabati menjadi fatty alcohol atau alkohol lemak.
Zat itu biasa digunakan dalam berbagai bahan yang terkait dengan bahan bakar seperti cat, pelapis, bahkan farmasi.
Berdiri di lahan seluas 2 hektare di Kawasan Industri Kujang Cikampek, PT Katalis Sinergi Indonesia merupakan sebuah konsorsium.
Di dalamnya ada PT Pertamina Lubricants (38 persen), PT Pupuk Indonesia melalui Pupuk Kujang (37 persen) dan PT Rekacipta Inovasi ITB (25 persen).
Keterlibatan dalam konsorsium ini merupakan bentuk sinergi dalam mendukung penemuan ilmuwan untuk kemajuan bangsa. (Wyd)