Dua Perusahaan Besar di Kabupaten Bekasi Resmi Tutup, Bagaimana Nasib Ratusan Karyawannya?

Sanken Indonesia
PT Sanken Indonesia dan PT Yamaha Musik Produk Asia, resmi mengajukan laporan penutupan operasional kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi.
0 Komentar

BEKASI, KBEonline.id – Dua perusahaan besar di Kabupaten Bekasi, PT Sanken Indonesia dan PT Yamaha Musik Produk Asia, resmi mengajukan laporan penutupan operasional kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi. PT Yamaha Musik Produk Asia dijadwalkan tutup pada Maret 2025, sementara PT Sanken Indonesia akan menghentikan operasionalnya pada Juni 2025.

Penutupan dua perusahaan besar itu berdampak pada ratusan pekerja. PT Sanken Indonesia yang bergerak di bidang produksi power supply mempekerjakan sekitar 456 karyawan, sedangkan PT Yamaha Musik Produk Asia memiliki sekitar 200 pekerja. Dengan adanya penutupan ini, mereka terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Bekasi, Fuad Hasan, membenarkan adanya dua perusahaan besar di Kabupaten Bekasi itu tutup. Sebab, kedua perusahaan tersebut telah melaporkan rencana penutupan secara tertulis dan tengah melakukan negosiasi dengan pekerja.

Baca Juga:Dinkop UKM Karawang Gelar ToT untuk Pendamping UMKM, Program Mentorship 360 Mulai BerjalanSinergi Dunia Usaha, PT Suzuki dan PT Harrosa Perkuat Kesehatan Masyarakat di Desa Cicau

“Perusahaan sedang berunding secara bipartit dengan karyawan untuk menyelesaikan hak-hak pekerja. Jika tidak ada kesepakatan, mediasi akan dilanjutkan dalam forum tripartit bersama Disnaker Kabupaten Bekasi,” kata Fuad Hasan kepada Cikarang Ekspres Kamis (27/2).

Meski terdampak PHK, Fuad menyampaikan dari kedua para pekerja di perusahaan tersebut tetap berhak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) pada tahun ini.

“Karena penutupan dilakukan setelah Lebaran, para pekerja masih menerima THR sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Pihaknya berharap agar penyelesaian hak pekerja dapat dilakukan dengan adil dan sesuai peraturan ketenagakerjaan. “Kami berharap perusahaan dapat memenuhi hak-hak pekerja sesuai ketentuan yang ada,” tutupnya.

Pangsa Pasar Menurun, Perusahaan Tutup?

Disisi lain, Perwakilan Aliansi Buruh Bekasi, Sarino menegaskan bahwa penutupan ini bukan disebabkan oleh persoalan upah, melainkan penurunan pangsa pasar.

“PT Sanken di Indonesia memproduksi komponen elektronik, sementara produk inti perusahaan, yaitu semikonduktor, tetap dibuat di Jepang. Oleh karena itu, manajemen memutuskan untuk menutup pabrik di Bekasi,” jelasnya.

Sementara itu, PT Yamaha Musik Produk Asia menutup produksi piano dan mengalihkannya ke Cina karena rendahnya minat pasar di Indonesia. Perusahaan lain, PT Tokai, yang juga memproduksi piano, dikabarkan mengalami nasib serupa.

0 Komentar