Mengenal Apa Itu Penyakit Kusta atau Lepra, Bagaimana Gejalanya?

Ilustrasi Gambar Penyakit Kusta atau Lepra
Ilustrasi Gambar Penyakit Kusta atau Lepra (orami)
0 Komentar

KBEonline.id – Kusta atau dikenal juga sebagai lepra maupun penyakit Hansen, merupakan infeksi bakteri kronis yang menyerang kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan gejala awal seperti kelemahan atau mati rasa pada tungkai dan kaki, yang kemudian disertai dengan munculnya lesi pada kulit. Penularan kusta terjadi melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat penderita batuk atau bersin.

Penyakit ini sebenarnya dapat diobati dan jarang berujung pada kematian, tetapi kusta berpotensi menyebabkan cacat fisik. Kondisi ini sering kali memicu diskriminasi terhadap penderitanya, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka. Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak dalam tubuh dan hanya menular melalui kontak berkepanjangan dengan penderita.

Perlu diketahui bahwa kusta tidak menular melalui interaksi singkat seperti berjabat tangan, duduk bersama, atau hubungan seksual. Faktor risiko lainnya meliputi kontak dengan hewan pembawa bakteri seperti armadillo, tinggal di daerah endemik kusta, dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca Juga:Persiapkan Diri, Ini Dia Waktu Arus Balik Mudik Lebaran 2025Resmi Berangkat Wamil Hari Ini, Wonwoo Seventeen Tak Diantar Para Member Karena Jadwal yang Bentrok

Gejala kusta sering berkembang secara perlahan dan bahkan bisa baru terlihat setelah bertahun-tahun. Beberapa tanda khasnya meliputi:

  1. Kulit mati rasa dan kehilangan kemampuan merasakan suhu, sentuhan, tekanan, atau nyeriK
  2. Kulit kering dan tidak berkeringat
  3. Luka tanpa rasa sakit di telapak kaki
  4. Benjolan di wajah dan telinga
  5. Bercak pucat pada kulit
  6. Pembesaran saraf di siku atau lutut
  7. Otot melemah di tangan dan kaki
  8. Hilangnya alis dan bulu mata
  9. Mata kering dan jarang berkedip

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut atau memiliki faktor risiko terkait, segera konsultasikan dengan dokter agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat. Penanganan dini meningkatkan peluang kesembuhan dari penyakit ini.

(Vionisya Citra)

0 Komentar