KBEonline.id — Sebanyak 1.915 mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang resmi dilepas untuk menjalankan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025. Dengan mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Mandiri Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal Desa”, para mahasiswa akan terjun langsung ke tengah masyarakat desa selama satu bulan, mulai 14 Juli hingga 15 Agustus 2025.
Pelepasan dilakukan di kampus UBP Karawang dalam suasana penuh semangat dan harapan. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd., Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, ST., M.Hum., serta perwakilan dari pemerintah daerah empat kabupaten wilayah tujuan KKN: Karawang, Purwakarta, Subang, dan Bekasi.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan ditempatkan di 87 desa dari 13 kecamatan yang tersebar di empat kabupaten di wilayah Purwasukasi:
Baca Juga:Kelas 12 Bukan Waktunya Overthinking, Ini 8 Hal yang Harus Kamu Siapkan!Warga Perum GCC Sakura Bekasi Resah, Kali Berbusa dan Berwarna Cokelat Pekat
• Kabupaten Karawang: 7 kecamatan (Pangkalan, Tegalwaru, Lemahabang, Talagasari, Majalaya, Tempuran, dan Batujaya) mencakup 63 desa.
• Kabupaten Purwakarta: 2 kecamatan (Darangdan dan Bojong), sebanyak 8 desa.
• Kabupaten Bekasi: 2 kecamatan (Kedungwaringin dan Pebayuran), sebanyak 8 desa.
• Kabupaten Subang: 2 kecamatan (Blanakan dan Ciasem), sebanyak 8 desa.
Penempatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi lokal dan kebutuhan masing-masing desa, sehingga program kerja mahasiswa KKN dapat benar-benar menyentuh dan menjawab persoalan masyarakat.
Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE., MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam menjalankan pengabdian. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa di desa tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan membaur dan berempati.
“Jangan merasa lebih pintar dari masyarakat saat kalian sampai di desa. Jalin silaturahmi dengan para tokoh masyarakat setempat agar kalian bisa diterima dengan baik dan membawa manfaat nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd., meminta mahasiswa untuk peka terhadap persoalan pendidikan yang mungkin dijumpai di desa, khususnya kasus anak-anak yang putus sekolah.
“Jika menemukan anak-anak yang putus sekolah, tolong data dan laporkan ke pemerintah kabupaten agar dicarikan solusinya. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah,” pintanya di hadapan para peserta KKN.