KBEonline.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bekasi menggelar doa bersama dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati 27 tahun berdirinya PAN.
Ketua Panitia Doa Bersama dan Santunan Muhammad Aliudin mengatakan bahwa momentum hari lahir PAN tidak sekadar menjadi ajang perayaan, melainkan juga sarana untuk meneguhkan kembali komitmen perjuangan partai.
“Dengan doa bersama dan santunan ini, kami berharap Allah SWT meridai langkah PAN ke depan. Semoga membawa keberkahan, kesejukan hati, dan menjaga kondusivitas, khususnya di Kabupaten Bekasi,” ucap Aliudin kepada Cikarang Ekspres.
Baca Juga:Sosialisasi Dulu, Sikat Kemudian: Polres Metro Bekasi Bidik Knalpot BrongRatusan Guru Ikuti PPG Gelombang Dua di Unsika, Mayoritas dari Karawang
Menurutnya, situasi bangsa saat ini tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari ketidakjujuran dalam berpolitik hingga sikap egois segelintir pihak yang berujung pada kerusuhan sosial.
“Kalau salah ya akui salah, jangan dibenarkan. Karena dari situlah kepercayaan masyarakat bisa terjaga. Kita belajar dari banyak peristiwa, kerusuhan yang terjadi seringkali muncul karena ada kesalahan yang dibiarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bekasi, Jamil juga mengingatkan agar semua pihak bisa menahan diri menghadapi dinamika sosial, termasuk potensi aksi mahasiswa dan buruh di Kabupaten Bekasi.
“Kami menghormati setiap aspirasi, karena itu adalah hak rakyat. Tetapi kami berharap penyampaiannya tetap dalam koridor damai. Mohon doa bersama agar Kabupaten Bekasi tetap aman,” ujarnya.
Di usia ke-27, PAN disebutnya sudah cukup matang dalam perjalanan politik, meski masih harus terus memperbaiki diri. “Partai ini sejak awal berdiri berkomitmen menjadi rumah besar yang terbuka. Semua mekanisme organisasi sudah diatur oleh DPP. Tugas kita di daerah adalah melaksanakan, menjaga soliditas, dan terus hadir di tengah masyarakat,” kata Jamil.
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.
“Bangsa ini besar karena persatuan, bukan karena ego pribadi. Mari kita kembali kepada nilai kejujuran, saling percaya, dan saling menguatkan. Itu yang akan membuat Indonesia semakin kokoh,” tandasnya. (Iky)