KBEOnline.id, Bandung – Nama Persib Bandung bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah simbol perjuangan, kebanggaan, dan identitas warga Jawa Barat. Berdiri sejak 14 Maret 1933, Persib tumbuh seiring perjalanan sejarah bangsa Indonesia — dari masa penjajahan, kemerdekaan, hingga era profesional modern.
Awalnya, Persib lahir dari gabungan beberapa perkumpulan sepak bola di Bandung, seperti VIJ, SIAP, dan NSB. Saat itu, sepak bola bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah perjuangan dan semangat kebangsaan melawan penjajahan Belanda.
Era Awal: Lapangan Siliwangi dan Semangat Kebersamaan
Pada masa awal berdiri, Persib menjadikan Lapangan Siliwangi sebagai markas utama. Di sinilah identitas klub mulai terbentuk.
Baca Juga:Rekomendasi Makan Siang: Sambal Bi Nyai Cafe & Resto Perumnas Karawang, Soal Harga Nyantai AjaTurun-Temurun, Dari Kakek Sampai Cucu, Inilah Alasan Orang Jawa Barat Tak Bisa Lepas dari Persib!
Para pemain bermain dengan semangat tinggi meski fasilitas terbatas. Kostum biru tua mulai menjadi ciri khas, melambangkan keberanian dan loyalitas.
Persib menjadi bagian dari Perserikatan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak awal berdirinya, menandakan peran penting klub ini dalam perkembangan sepak bola nasional.
1950–1970: Masa Konsolidasi dan Fondasi Kuat
Memasuki dekade 1950-an hingga 1970-an, Persib berkembang menjadi salah satu kekuatan sepak bola di Pulau Jawa.
Meski belum sering juara, fondasi kuat dan kultur kompetitif mulai dibangun. Banyak pemain lokal berbakat lahir dari Bandung dan sekitarnya, cikal bakal dari filosofi Persib yang mengandalkan talenta asli daerah.
1980–1990: Era Emas dan Dominasi Persib
Era ini disebut-sebut sebagai masa kejayaan Persib klasik. Klub berhasil tampil konsisten di kompetisi Perserikatan liga tertinggi sebelum era profesional.
Persib menjadi juara Perserikatan tahun 1986 dan 1990, dengan pemain legendaris seperti Adeng Hudaya, Robby Darwis, Ajat Sudrajat, dan Sutiono Lamso.
Nama-nama itu sampai sekarang masih dikenang oleh Bobotoh sebagai simbol loyalitas dan pengabdian untuk Maung Bandung.
Baca Juga:RUU ASN Masuk Prolegnas 2025, Mungkinkah PPPK Diangkat Jadi PNS? Begini Penjelasan Lengkapnya!Satu Atap, Rekomendasi semua Kebutuhan Bangunan di Perumnas: Toko Bangunan Fajar Jaya di Blok J
“Main untuk Persib bukan cuma soal menang, tapi soal harga diri orang Sunda,” ujar Robby Darwis dalam wawancara dokumenter Persib tahun 1990-an.
1994/1995: Persib Juara Liga Indonesia Pertama
