Momen tak terlupakan datang pada musim 1994/1995, ketika Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu: Liga Indonesia.
Persib tampil luar biasa dan sukses menjadi juara Liga Indonesia pertama, setelah menaklukkan Petrokimia Putra Gresik di final dengan skor 1-0.
Gol tunggal Sutiono Lamso menjadi legenda yang masih dibicarakan hingga kini.
2000-an: Tantangan dan Perubahan Besar
Baca Juga:Rekomendasi Makan Siang: Sambal Bi Nyai Cafe & Resto Perumnas Karawang, Soal Harga Nyantai AjaTurun-Temurun, Dari Kakek Sampai Cucu, Inilah Alasan Orang Jawa Barat Tak Bisa Lepas dari Persib!
Memasuki era 2000-an, Persib mengalami masa transisi. Kompetisi semakin profesional, klub-klub mulai bertransformasi menjadi badan usaha, dan tuntutan publik semakin tinggi.
Meski belum banyak gelar, dukungan Bobotoh tak pernah surut. Bahkan, di masa ini lahir kelompok suporter besar seperti Viking Persib Club dan Bobotoh Maung Bandung, yang membuat Persib menjadi klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia.
2014: Persib Juara Lagi Setelah 19 Tahun
Setelah penantian panjang, Persib akhirnya kembali juara di Liga Super Indonesia (ISL) 2014.
Di bawah asuhan Djadjang Nurdjaman, Persib menaklukkan Persipura Jayapura lewat adu penalti di final yang dramatis.
Momen itu menjadi sejarah baru: Persib kembali ke puncak setelah hampir dua dekade menunggu.
2023/2024: Bojan Hodak dan Kebangkitan Maung Bandung
Memasuki era modern, Persib kembali menunjukkan taringnya. Di tangan pelatih asal Kroasia Bojan Hodak, Maung Bandung tampil garang dan disiplin.
Musim 2023/2024, Bojan membawa Persib hingga juara Championship Series dan dirinya dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Liga 1.
Baca Juga:RUU ASN Masuk Prolegnas 2025, Mungkinkah PPPK Diangkat Jadi PNS? Begini Penjelasan Lengkapnya!Satu Atap, Rekomendasi semua Kebutuhan Bangunan di Perumnas: Toko Bangunan Fajar Jaya di Blok J
Sementara striker andalan David da Silva menjadi top skor dengan 30 gol menegaskan bahwa lini depan Persib kembali tajam.
2024/2025: Bacok To Back Champions
Juara Liga 1 dengan Sistem Kompetisi Penuh
Musim berikutnya, 2024/2025, menjadi tonggak bersejarah.
Untuk pertama kalinya sejak era Liga Indonesia, Persib berhasil menjuarai liga dengan sistem kompetisi penuh.
Mereka mengunci gelar pada pekan ke-31 dengan koleksi 64 poin, tak terkejar oleh Persebaya yang tertinggal 10 poin.
Selain itu, Tyronne del Pino dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga 1 musim tersebut.
Persib Kini: Klub Modern dengan Jiwa Tradisional
