gelombang menciptakan bayangan hijau gelap,
permukaan air memantulkan hijau terang,
cahaya memberikan efek kilau kebiruan.
Gabungan faktor tersebut membuat baju hijau tidak stabil secara visual sehingga mata manusia kesulitan menangkapnya.
3. Standar Internasional Keselamatan Laut: Warna Kontras Wajib Dipakai
Bukan hanya di Indonesia, standar keselamatan laut internasional seperti SOLAS (Safety of Life at Sea) juga menegaskan bahwa warna pakaian saat di air sangat berpengaruh terhadap peluang bertahan hidup.
Warna yang direkomendasikan adalah:
oranye terang
kuning stabilo
merah neon
Warna-warna ini memberikan kontras tertinggi terhadap warna laut dan bisa terlihat dari jauh, bahkan oleh helikopter penyelamat.
Baca Juga:Dear Pak Dedi.. Begini Suara Pemuda Karawang untuk Gubernur Jawa Barat 10 Rekomendasi Pensil Alis Lokal yang Bagus dan Awet, Bikin Alis Makin On Point!
Sebaliknya, warna yang paling dilarang digunakan di air adalah:
hijau
biru
abu-abu
hitam
Keempat warna ini paling mudah tenggelam secara visual karena menyatu dengan warna air dan bayangan.
4. Penelitian Tim SAR: Korban dengan Baju Hijau Lebih Sulit Ditemukan
Banyak laporan dari tim pencarian dan penyelamatan menunjukkan bahwa korban yang memakai pakaian hijau atau gelap sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk ditemukan. Bahkan dalam simulasi penyelamatan, boneka pelampung yang memakai warna hijau terlihat seperti “menghilang” ketika terkena ombak.
Ini bukan soal kepercayaan mistis, tetapi murni keterbatasan kontras warna, jarak pandang, dan kondisi air.
Jadi, Benarkah Memakai Baju Hijau Bikin Tenggelam Tidak Kelihatan?
Secara ilmiah, jawabannya adalah ya, benar—bukan membuat tenggelam, tapi membuat orang yang tenggelam lebih sulit terlihat.
Ketika seseorang jatuh atau terseret ombak:
pakaian hijau tidak memberikan sinyal kontras
tubuh cepat menyatu dengan permukaan air
jarak pandang laut sangat terbatas
