Pencetakan dan Sertifikasi: Dilahirkan Menjadi Batangan Mulia
Setelah murni, emas dilelehkan pada suhu sekitar 1.064°C dan dituangkan ke cetakan untuk membentuk berbagai ukuran batangan, mulai dari 1 gram hingga 1 kilogram.
Setiap batangan kemudian:
dipoles dan dirapikan,
diberi cap identitas (logo produsen, berat, kadar kemurnian, nomor seri),
diuji dengan spektrometer untuk memastikan kualitas,
dan akhirnya diberikan sertifikat keaslian.
Proses ini memastikan setiap batangan emas memenuhi standar global.
Nilai Emas dan Tantangan di Masa Depan
Emas terus menjadi aset “safe haven,” yang justru naik nilainya saat kondisi ekonomi tidak stabil. Selain itu, emas juga semakin penting dalam industri elektronik dan medis.
Namun, proses penambangan emas juga menimbulkan tantangan lingkungan. Karena itu, industri modern mulai mengadopsi metode ramah lingkungan seperti bioleaching, yang memanfaatkan bakteri untuk memisahkan logam tanpa merusak ekosistem.
Baca Juga:Menjelang Ujian Akhir Semester, Para Ahli Beberkan Strategi Belajar Efektif: Orang Tua Diminta Lebih Peduli‘DANA Premium Mini (Premini)’ Dorong Generasi Muda Melek Finansial dan Aman Bertransaksi Digital
Di sisi lain, sumber emas masa depan diprediksi akan banyak berasal dari daur ulang limbah elektronik, yang mengandung logam mulia dalam jumlah signifikan. Dari satu ton sampah elektronik, bisa diekstraksi sekitar 200 gram emas murni.
Emas batangan yang kita lihat di toko logam mulia ternyata melewati proses panjang dan kompleks: berasal dari bintang, ditambang dari kedalaman bumi, dimurnikan melalui teknologi tinggi, hingga akhirnya lahir sebagai emas 24 karat yang bernilai tinggi. Dengan memahami proses ini, masyarakat dapat lebih mengapresiasi nilai dan kelangkaan emas yang selama ini dijadikan investasi.
Kalau mau, gue bisa bikin versi berita koran, versi ilmiah, versi narasi dokumenter, atau versi konten sosial media juga.
