KBEONLINE.ID – Harga perak dunia kini kembali menguat tajam hingga mencetak rekor terbaru pada perdagangan Jum’at.
Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga bulan depan, sehingga mendorong minat terhadap aset logam mulia, termasuk perak.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, harga perak global meroket hingga USD 55,33 per ounce, naik 3,5% dalam satu sesi perdagangan.
Baca Juga:1 Desember Diperingati Hari Apa? Ternyata Ada 3 Momen Penting di Tanggal Ini!Harga OPPO A6x Bikin Heboh di Kelas 1 Jutaan: Baterai Gede 6500mAh & Layar 120Hz Mulus Banget!
Secara bulanan, harga perak melompat 13%, menjadikannya salah satu komoditas dengan performa terbaik periode ini.
Kenaikan harga yang terjadi di tengah gangguan teknis sempat menghentikan perdagangan di CME Group selama beberapa jam sebelum akhirnya kembali normal pada sekitar pukul 13.30 GMT.
Harga Perak Antam Hari Ini Ikut Terkerek Naik
Kenaikan harga perak dunia turut berdampak pada pergerakan harga perak murni Antam (ANTM). Pada Sabtu, 29 November 2025, harga perak Antam mengalami lonjakan cukup signifikan.
Harga perak murni Antam: naik Rp 1.600 ke level Rp 35.225 per gram.Sebelumnya stabil di Rp 33.625 per gram pada Jumat (28/11/2025) dan Kamis (27/11/2025).
Harga Perak Antam Murni (Dasar + PPN 11%)
250 gram:
- Harga dasar: Rp 9.206.250
- Termasuk PPN 11%: Rp 10.218.938
500 gram:
- Harga dasar: Rp 17.612.500
- Termasuk PPN 11%: Rp 19.549.875
Harga Perak Antam Heritage (Dasar + PPN 11%)
31,1 gram:
- Harga dasar: Rp 1.219.482
- Termasuk PPN 11%: Rp 1.353.625
186,6 gram:
- Harga dasar: Rp 6.196.216
- Termasuk PPN 11%: Rp 6.877.800
Sementara itu, harga perak dunia kini berada di rekor tertinggi baru, naik 3,5% ke level USD 55,33 per troy ons.
Sentimen The Fed Menguat, Pasar Makin Optimistis
Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed menjadi salah satu pendorong utama reli harga perak.
Baca Juga:Tumbler Tuku yang Hilang di KRL Menjadi Trending Topik! Ternyata Segini HarganyaWiFi Internet Rakyat: Layanan Internet Murah 5G FWA Mulai Diluncurkan, Ini Wilayah yang Sudah Terjangkau
Pernyataan bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral AS, ditambah data ekonomi yang melemah setelah penutupan pemerintahan, memperkuat keyakinan pelaku pasar.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang 89% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga yang melonjak tajam dari 50% pada pekan sebelumnya.
Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut memberikan ruang bagi harga perak untuk melanjutkan penguatan dalam beberapa pekan ke depan.
Dengan berbagai faktor yang mendukung, mulai dari sentimen kebijakan moneter hingga reli logam mulia global, harga perak Antam berpotensi naik jangka pendek.
