Menjelang Ujian Akhir Semester, Para Ahli Beberkan Strategi Belajar Efektif: Orang Tua Diminta Lebih Peduli

Metode belajar yang baik
Metode belajar yang baik
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) di berbagai sekolah, para ahli pendidikan dan psikologi kognitif menekankan pentingnya metode belajar yang tepat bagi para siswa. Tidak sedikit siswa yang menghabiskan waktu berjam-jam belajar, namun hasilnya tetap tidak maksimal. Menurut para ahli, masalah utamanya bukan pada kurangnya waktu belajar, melainkan penggunaan cara belajar yang kurang efektif.

Metakognisi: Fondasi Penting yang Sering Diabaikan

Pakar pendidikan menjelaskan bahwa salah satu penyebab siswa sering keliru dalam menilai kemampuan mereka sendiri adalah lemahnya metakognisi, yaitu kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi proses berpikir serta pengetahuan pribadi.

Banyak siswa menganggap diri mereka sudah menguasai materi hanya karena merasa familiar setelah membaca ulang catatan. Padahal, familiar bukan berarti paham. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa percaya diri yang berlebihan, sehingga siswa terlambat menyadari bahwa mereka sebenarnya belum siap menghadapi ujian.

Baca Juga:‘DANA Premium Mini (Premini)’ Dorong Generasi Muda Melek Finansial dan Aman Bertransaksi DigitalHello Comfort Roadshow Strategi Baru Sharp Hadirkan Inovasi Teknologi dan Hiburan Jepang ke-Empat Kota

Ahli menyebutkan bahwa penguatan metakognisi di rumah dan sekolah sangat penting. Siswa perlu dibiasakan untuk bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar paham, atau hanya merasa paham?” Kesadaran seperti ini akan membuat mereka lebih bijak dalam menentukan strategi belajar.

Tiga Teknik Belajar yang Terbukti Efektif Menurut Penelitian Ilmiah

Berbagai studi tentang memori dan pembelajaran menyimpulkan bahwa ada tiga metode utama yang sangat efektif membantu siswa mempertahankan informasi dalam jangka panjang. Metode ini direkomendasikan digunakan siswa terutama menjelang UAS.

1. Retrieval Practice — Belajar dengan Mengeluarkan Informasi dari Otak

Para ahli menyebut cara ini sebagai teknik paling kuat dalam memperkuat ingatan. Intinya, siswa perlu menarik kembali informasi dari memori tanpa melihat buku atau catatan.

Bentuk kegiatannya antara lain:

mengerjakan soal latihan tanpa membuka materi,

menjelaskan kembali topik pelajaran kepada orang tua atau teman,

menulis ringkasan dari ingatan,

membuat peta konsep tanpa melihat buku,

atau melakukan tanya jawab kecil dengan diri sendiri.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering siswa diuji, bukan hanya lewat ujian sekolah tetapi lewat latihan pribadi, semakin kuat memori mereka terhadap materi. Teknik ini mencegah munculnya ilusi pengetahuan yang sering membodohi siswa.

0 Komentar