2. Spaced Repetition — Belajar Secara Bertahap dan Terjadwal
Teknik ini menekankan pentingnya jarak antar sesi belajar. Belajar satu jam per hari selama beberapa hari terbukti jauh lebih efektif dibanding belajar lima jam sekaligus dalam satu malam.
Manfaat Spaced Repetition antara lain:
membantu otak mempertahankan ingatan dalam jangka panjang,
mencegah siswa mengalami kelelahan dan kejenuhan,
memberi kesempatan pada otak untuk memproses dan menyimpan informasi,
meningkatkan fokus dan pemahaman tiap sesi belajar.
Ahli mengingatkan bahwa kebiasaan begadang menjelang ujian memiliki dampak buruk pada konsentrasi dan daya serap informasi. Jauh lebih baik jika siswa membagi waktu belajar secara teratur sejak awal.
3. Interleaving — Mencampur Materi untuk Melatih Ketepatan Berpikir
Berbeda dari metode blocking di mana siswa mempelajari satu jenis materi terus-menerus, teknik interleaving justru menganjurkan pencampuran topik pelajaran dalam satu sesi.
Contohnya:
matematika: mencampur soal prisma, balok, kerucut, dan limas,
fisika: mengerjakan soal kinematika, fluida, dan listrik secara bergantian,
bahasa: menggabungkan latihan membaca, menulis, dan tata bahasa.
Baca Juga:‘DANA Premium Mini (Premini)’ Dorong Generasi Muda Melek Finansial dan Aman Bertransaksi DigitalHello Comfort Roadshow Strategi Baru Sharp Hadirkan Inovasi Teknologi dan Hiburan Jepang ke-Empat Kota
Pakar pendidikan menyatakan bahwa teknik ini membuat otak lebih terlatih dalam mengenali pola dan memilih strategi penyelesaian masalah, keterampilan yang sangat penting dalam ujian yang soal-soalnya tidak disusun secara berurutan.
Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menerapkan interleaving dapat memperoleh nilai hingga dua kali lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan metode tradisional.
“Desirable Difficulties”: Tantangan Kecil yang Justru Menguatkan Otak
Ketiga teknik di atas disebut para ahli sebagai desirable difficulties atau tantangan pembelajaran yang menguntungkan. Meskipun membuat belajar terasa lebih sulit pada awalnya, cara ini justru membantu otak bekerja lebih keras sehingga informasi tersimpan lebih kuat.
Menurut para ahli, hal-hal yang terasa sedikit sulit saat belajar justru merupakan tanda bahwa otak sedang membangun jalur memori baru. Dengan kata lain, rasa “berpikir keras” adalah proses yang baik dan diinginkan.
—
Peran Orang Tua: Mendampingi, Bukan Menekan
Menjelang UAS, para orang tua diimbau untuk lebih mendampingi anak bukan hanya dengan mengingatkan mereka belajar, tetapi juga mengajarkan cara belajar yang tepat.
