Mobil Antar Pengantin Haji Aep: Lima Tahun Mengantar Kebahagiaan Warga Karawang

Mobil pengantin
Mobil Antar Pengantin Haji Aep: Sudah 5 tahun mengantar kebahagiaan ratusan pengantin.
0 Komentar

KBEonline.id— Ada banyak cara seorang pemimpin mendekatkan diri kepada warganya. Namun, apa yang dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, mungkin menjadi salah satu yang paling hangat dan membumi: menyediakan layanan Mobil Antar Pengantin secara gratis bagi pasangan yang akan menikah.

Program ini dimulai pada 2021, tak lama setelah dirinya dilantik sebagai Wakil Bupati. Sejak itu, layanan sosial yang sepenuhnya dibiayai dari anggaran pribadi ini terus berlanjut tanpa jeda hingga memasuki tahun kelima pada 2025.

Dan tahun ini…sebanyak 437 pasangan pengantin telah diantar menuju hari bahagia mereka.

Baca Juga:Tabrakan Maut Lampu Merah Cikampek 2 Truk, 4 Minibus dan 7 Motor: 2 Tewas 5 Luka ParahBREAKING NEWS: Horor Kecelakaan di Lampu Merah Cikampek, Korban Bergelimpangan

*Dari Niat Sederhana, Menjadi Layanan Sosial yang Dicintai Warga*

Setiap kali mobil berhenti di depan rumah calon pengantin, yang hadir bukan hanya kendaraan yang telah dihias cantik. Ada rasa tenang bagi keluarga, ada senyum lega dari pasangan muda, dan ada satu beban yang terangkat dari biaya pernikahan yang tidak kecil.

BBM sudah terisi.Dekorasi mobil dirapikan.Sopir siap berangkat.

Tinggal duduk, dan perjalanan menuju akad atau resepsi pun dimulai.

“Program ini lahir dari niat sederhana: membantu warga mencapai hari bahagia mereka. Selama masyarakat membutuhkan, selama itu pula kami hadir,” ujar Haji Aep dalam sebuah kesempatan.

Setiap tahun, Haji Aep mengeluarkan tidak kurang dari Rp100 juta dari kantong pribadinya.

Untuk tahun 2025, jumlah itu mencapai Rp109.250.000—seluruhnya untuk memastikan mobil tetap berjalan, dekorasi tetap cantik, dan layanan tetap dapat dinikmati semua warga tanpa memandang latar belakang ekonomi.

*Lima Tahun Perjalanan, Ratusan Cerita Bahagia**

Dalam lima tahun penyelenggaraan, Mobil Antar Pengantin telah menjelma menjadi salah satu ikon kepedulian sosial di Kabupaten Karawang.

Bukan hanya kendaraan yang bergerak dari satu rumah ke rumah lain—tetapi juga kisah, doa, dan harapan yang dibawa di dalamnya.

Setiap pasangan yang diantar memiliki cerita sendiri:• ada yang menikah sederhana,• ada yang datang dari keluarga petani,• ada yang baru memulai hidup setelah bekerja merantau,• ada yang terharu karena merasa benar-benar diperhatikan oleh pemerintah daerahnya.

0 Komentar