Mitos lain mengatakan bahwa bendungan ini memiliki kekuatan magis yang dapat membuat orang yang berani menggunakannya menjadi kaya dan berkuasa.
Namun, mitos ini tidak dapat dibuktikan dan hanya dianggap sebagai cerita rakyat.
Meskipun demikian, Bendungan Walahar tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Karawang dan menarik banyak pengunjung setiap tahun.
Baca Juga:Kades Jayasampurna Minta Bupati Bekasi dan Gubernur Jabar Evaluasi Program PKH dan BLT KesraTiga Bocah Tenggelam di Kali Cikarang, Baru 2 yang Ditemukan
Selain mitos banyak cerita misteri yang beredar tentang Bendungan Walahar, salah satunya adalah tentang adanya penampakan hantu perempuan yang sering muncul di sekitar bendungan.
Menurut cerita, hantu perempuan ini adalah arwah dari seorang perempuan yang bunuh diri di bendungan ini karena patah hati.
Beberapa orang juga mengaku pernah melihat penampakan hantu anak kecil yang bermain di sekitar bendungan.
Selain itu, ada juga cerita tentang adanya suara-suara aneh yang terdengar di sekitar bendungan, seperti suara air yang mengalir atau suara orang berbicara.
Beberapa orang juga mengaku pernah mengalami kejadian aneh saat mengunjungi bendungan, seperti mobil yang mogok atau kamera yang tidak bisa mengambil gambar.
Peringatan 100 Tahun
Komunitas Karawang Heritage yang berfokus pada pengkajian dan pengembangan warisan budaya Karawang menggelar peringatan 100 Tahun Bendung Walahar, sebuah momentum sejarah penting bagi masyarakat Karawang dan kawasan Priangan Timur, Minggu (30/11/2025).
Peringatan tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya, mulai dari ritus tradisi, pentas seni tradisional, Kopdar Facebook Karawang Tempo Doeloe, hingga Sarasehan Budaya yang mengangkat tema Bendung Walahar, Pertanian, dan Sungai Citarum.
Baca Juga:Pertama Kalinya, Turnamen Antar Perusahaan Monitor ERP Football Cup 2025 Resmi Digelar di BISFKisah Mama Siti, Mengubah Buah Pala Menjadi Komoditi yang Diburu Brand Parfum Dunia
Acara ini dihadiri oleh para pegiat budaya, komunitas, tokoh masyarakat, akademisi, petani, perwakilan BBWS, PJT, Kabid SDA Provinsi Jawa Barat, serta masyarakat umum. Sarasehan budaya juga diikuti oleh pelajar SMA/SMK dan mahasiswa.
Ketua Karawang Heritage, Asep R. Sundapura, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi mendalam tentang hubungan manusia, alam, dan warisan budaya.
“Peringatan 100 tahun Bendung Walahar diadakan sebagai bentuk pengingat kolektif bahwa Karawang dibangun oleh air, pertanian, dan peradaban yang bertumpu pada Sungai Citarum. Bendung Walahar bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kehidupan,” ujarnya.
