“Bekasi ini wilayah yang sangat dinamis. Ulama tidak bisa hanya kuat di fikih, tetapi harus mampu membaca perubahan zaman dan menyediakan rujukan keagamaan yang kredibel,” tegasnya.
Endin menyatakan bahwa derasnya arus informasi digital yang kerap disertai hoaks dan konten bernuansa provokatif. Ia menyebut kader ulama PKU memiliki peran penting dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan.
“Ulama sekarang tidak cukup berdakwah dari mimbar saja. Mereka harus hadir di ruang digital, memproduksi konten yang berkualitas, dan memberikan pencerahan. Dakwah digital adalah keniscayaan,” tambahnya.
Baca Juga:Karyawan Training Terra Drone Jadi Korban Kebakaran, Jenazah Dipulangkan ke CikarangRESMI: Line Up Persib Bandung vs Bangkok United, Laga Hidup Mati di Gelora Bandung Lautan Api
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan MUI dalam pembinaan keagamaan, peningkatan literasi masyarakat, dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Wisuda PKU ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan ulama yang mampu menjembatani nilai keilmuan Islam dengan kebutuhan era digital,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Endin berharap para lulusan PKU mampu menjadi teladan, penggerak, dan penjaga moralitas di tengah masyarakat.
“Jadilah ulama yang moderat, mencerdaskan, dan mampu menjawab tantangan kehidupan modern. Masyarakat memerlukan ulama yang bisa menjadi rujukan yang menenangkan,” tandasnya. (Iky)
