Di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel, PSIM menunjukkan permainan yang solid dan berani. Dari 13 pertandingan, Reva Adi Utama dan kolega mencatatkan enam kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan. PSIM juga cukup produktif dengan torehan 16 gol dan hanya kebobolan 15 kali.
Menariknya, PSIM tidak hanya kuat di kandang. Tiga kemenangan tandang berhasil diraih saat menghadapi Persebaya Surabaya, Malut United, dan Bali United—catatan yang jarang dimiliki tim promosi.
Sementara di kandang, Stadion Sultan Agung menjadi benteng kuat ketika PSIM menaklukkan Dewa United, Persik Kediri, dan Bhayangkara FC.
Baca Juga:Rotasi Jadi Kunci, Bojan Hodak Siapkan Strategi Khusus Lawan Malut UnitedDuel Sarat Emosi Persib vs Malut United: Ciro Alves Hadapi Mantan Klub, Janji Tak Rayakan Gol
Sinyal Kuat PSIM Bukan Sekadar Bertahan
Performa PSIM sejauh ini menjadi bukti bahwa mereka tidak sekadar numpang lewat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Konsistensi permainan, keberanian bermain terbuka, serta kedisiplinan taktik menjadi fondasi utama kesuksesan mereka.
Sebaliknya, Persis dan Persijap masih memiliki pekerjaan rumah besar. Jeda kompetisi akibat agenda SEA Games 2025 menjadi momentum penting bagi kedua tim untuk berbenah jika ingin keluar dari zona merah sebelum putaran pertama berakhir.
