Di sektor lokal, kekuatan Dewa United juga tak main-main. Ada deretan pemain Timnas Indonesia seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, Stefano Lilipaly, dan Rafael Struick, ditambah Edo Febriansyah serta Wahyu Prasetyo.
Namun, bertaburnya nama besar belum mampu diterjemahkan menjadi performa solid di lapangan.
Pilar Andalan Ikut Kehilangan Sentuhan Terbaik
Penurunan performa Dewa United juga tak lepas dari merosotnya kontribusi para pemain kunci. Alex Martins, yang musim lalu menjadi top scorer dengan 26 gol dari 25 laga, kini baru mencetak empat gol dari 12 pertandingan.
Baca Juga:Maarten Paes Jadi Target Persib, Transfer Sensasional di Super League?Laga Persik vs Persis Digelar Ketat, Panpel Sediakan 5.000 Tiket
Hal serupa dialami Alexis Messidoro. Gelandang kreatif asal Argentina itu sebelumnya mencatat enam gol dan 10 assist, namun musim ini baru mengoleksi tiga gol tanpa assist. Bahkan Egy Maulana Vikri, yang musim lalu bersinar dengan 12 gol dan tujuh assist, kini baru menyumbang satu assist dari 12 laga.
Tantangan Besar Jan Olde Riekerink
Anjloknya performa para pemain inti membuat Dewa United kehilangan identitas permainan yang menjadi kekuatan mereka musim lalu. Jan Olde Riekerink dihadapkan pada tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan diri tim sekaligus meramu ulang strategi agar potensi skuad mahal ini tidak terus terbuang sia-sia.
Jika tak segera berbenah, Dewa United berisiko menjalani musim yang sepenuhnya berbanding terbalik dengan status dan ambisi besar yang mereka miliki.
