KBEonline.id – Seorang penggiat media sosial Bekasi, Tera, mengungkapkan alasan di balik laporannya terkait keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di wilayah Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Laporan tersebut disampaikan berdasarkan aduan masyarakat yang selama ini resah terhadap aktivitas pembuangan sampah ilegal yang diduga menjadi penyebab banjir yang di adakannya ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Tera menjelaskan, TPS liar di Babelan sejatinya sudah lama diketahui dan bahkan sempat viral di media sosial. Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup, pihak kelurahan, dan kecamatan sudah mengetahui keberadaan TPS tersebut, namun tidak ada tindak lanjut yang jelas.
Baca Juga:Persib Bandung Tutup Akhir 2025 di Puncak Klasemen, Borneo FC Tumbang Dramatis dari Malut UnitedPrasarana Penerangan Jalan Umum dan Rambu Lalu Lintas di Kabupaten Bekasi Baru Terpenuhi 30 Persen
“Karena tidak ada tindakan, akhirnya kemarin terjadi banyak bencana banjir di mana-mana. Itu akibat kelalaian kita sebagai warga masyarakat. Akhirnya diviralkan lagi sama saya,” ujar Tera ketika dihubungi Cikarang Ekspres, Minggu (28/12).
Ia menegaskan kembali ingin mengungkap persoalan TPS liar di Kebalen karena setiap hujan turun, sampah dari lokasi tersebut dibuang ke aliran Kali Bekasi.
“Setiap hujan, sampah dari Kebalen ini kebuang ke area sungai Kali Bekasi,” katanya
Jual Kambing Demi Laporan ke KDM
Tera juga menceritakan alasan dirinya harus menjual kambing demi mendatangi Lembur Pakuan untuk mengadukan persoalan tersebut kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM). Ia mengaku penjualan kambing itu dilakukan untuk menambah biaya perjalanan.
“Kenapa diagendakan jual kambing, karena itu salah satu bentuk harta saya yang dijual ke tukang kambing, dan akhirnya bisa buat pergi ke Lembur Pakuan untuk mengadu ke KDM,” tuturnya.
Saat berada di Lembur Pakuan, Tera mengaku mendapat respons dari seorang staf bernama Mega yang menyampaikan bahwa aduannya akan ditindaklanjuti. Namun, ia mempertanyakan kepastian penanganan jika tidak ada tindak lanjut.
“Saya bilang ke Bu Mega, gimana kalau tidak ditindaklanjuti? Apa saya harus ke Lembur Pakuan lagi sambil nunggu konfirmasi?” ungkapnya.
Baca Juga:Momen Akhir Tahun, Roda Pemerintahan Desa Sukadami Tetap Jalan, Katar Kompak Bersih-bersih Lingkungan Bupati Aep Monitoring Pilkades 2025 Berbasis Elektronik di Karawang Berjalan Kondusif, Warga Antusias Nyoblos
Setelah menunggu selama satu minggu tanpa kabar, Tera kembali membuat video lanjutan. Ia menyatakan tidak mungkin kembali menjual kambing hanya untuk mencari kepastian. Baru setelah itu, pada Minggu pagi (28/12), ia menerima telepon dari tim KDM.
