KBEONLINE.ID – Tubuh sebenarnya sering memberi sinyal saat ada sesuatu yang tidak beres. Sayangnya, tanda-tanda kecil ini kerap diabaikan. Salah satu indikator kesehatan yang paling mudah diamati adalah warna urine. Tanpa alat medis khusus, warna urine bisa memberi gambaran awal tentang kondisi hidrasi hingga kemungkinan gangguan kesehatan tertentu.
Berikut penjelasan arti warna urine yang perlu kamu ketahui.
Urine Bening
Urine yang sangat bening menandakan tubuh terlalu banyak cairan. Meski terlihat sehat, kondisi ini bisa membuat elektrolit penting ikut terbuang. Minum air tetap penting, namun pastikan jumlahnya seimbang.
Kuning Jernih
Ini adalah warna urine paling ideal. Menunjukkan hidrasi tubuh cukup dan seimbang serta fungsi ginjal bekerja dengan baik. Kondisi ini menandakan tubuh dalam keadaan normal.
Baca Juga:Hati-hati Bos! Kebiasaan Ini Bisa Menghalangi Kekayaan Anak di Masa DepanRekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik, Spesifikasi Menarik dengan Harga Terjangkau
Kuning Tua
Warna ini menandakan tubuh mulai kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi ringan. Disarankan untuk menambah asupan air putih secara bertahap agar kondisi kembali normal.
Kuning Keruh
Masih tergolong normal, namun sering menjadi tanda kurang minum. Perhatikan juga bau urine. Jika bau menyengat atau disertai keluhan lain, sebaiknya tingkatkan hidrasi dan pantau perubahan warnanya.
Orange
Urine berwarna oranye dapat disebabkan dehidrasi, efek obat-obatan, atau konsumsi suplemen tertentu, seperti vitamin dosis tinggi. Tubuh biasanya sedang dalam kondisi “kering” dan membutuhkan lebih banyak cairan.
Kuning Coklat
Warna ini patut diwaspadai karena bisa mengindikasikan masalah pada hati atau empedu. Jika berlangsung lama dan disertai keluhan lain, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis.
Putih Susu
Urine tampak putih atau keruh seperti susu dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih. Biasanya disertai rasa nyeri, perih, atau tidak nyaman saat buang air kecil, serta kemungkinan adanya nanah dalam urine.
Pink atau Kemerahan
Warna ini bisa menandakan adanya darah dalam urine. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan ginjal, kandung kemih, atau prostat. Pemeriksaan medis lanjutan sangat dianjurkan untuk memastikan penyebabnya.
Warna urine bisa menjadi sinyal awal kondisi tubuh. Mengamati perubahan warna secara rutin dapat membantu deteksi dini masalah kesehatan. Namun, tidak perlu panik. Jika perubahan warna terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
