KBEONLINE.ID – Banyak orang tua merasa sudah melindungi dan mencukupi kebutuhan anak. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan justru dapat menghambat perkembangan finansial anak di masa depan. Pola asuh yang keliru bisa membentuk cara berpikir yang salah tentang uang, usaha, dan tanggung jawab.
Uang Saku Harian Tanpa Pola
Memberikan uang saku harian tanpa sistem yang jelas membuat anak terbiasa hidup dari hari ke hari. Anak tidak belajar mengatur anggaran, menabung, atau merencanakan pengeluaran. Idealnya, uang saku diberikan mingguan atau bulanan agar anak terbiasa membuat perencanaan sederhana.
Sekolah Dipilih Asal Murah dan Dekat
Memilih sekolah hanya berdasarkan faktor biaya dan jarak, tanpa memperhatikan kualitas lingkungan dan pergaulan, bisa membatasi cara pandang anak. Lingkungan pendidikan sangat berpengaruh terhadap mimpi, ambisi, dan standar hidup yang akan anak bentuk sejak dini.
Baca Juga:Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik, Spesifikasi Menarik dengan Harga TerjangkauLagi Diet Stop Makan Nasi? Ini Dia 6 Rekomendasi Pengganti Nasi yang Lebih Mengenyangkan
Mewariskan Mindset Pasrah soal Rezeki
Ucapan seperti “nanti juga ada rezekinya” atau “jalani saja” terdengar menenangkan, namun berbahaya jika terus ditanamkan. Anak bisa tumbuh tanpa dorongan untuk berusaha lebih, belajar dari kegagalan, dan mencari peluang secara aktif.
Mengambil THR dan Uang Hadiah Anak
Mengambil atau mengatur seluruh uang hadiah anak tanpa memberi ruang untuk mengelolanya sendiri menghilangkan proses belajar yang penting. Anak seharusnya diberi kesempatan mengenal konsep menyimpan, membelanjakan, dan bertanggung jawab atas uangnya.
Menuruti Semua Keinginan Anak
Orang tua sering kali sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan anak. Jika semua keinginan dituruti, anak tidak belajar tentang prioritas, pengendalian diri, dan nilai usaha. Ini dapat membentuk karakter konsumtif sejak kecil.
Memberi Contoh Meremehkan Proteksi dan Pajak
Sikap orang tua yang meremehkan asuransi, dana darurat, atau menghindari pajak menjadi contoh buruk bagi anak. Anak berisiko tumbuh dengan pemahaman keliru tentang tanggung jawab finansial dan hukum.
Peran Orang Tua sebagai Fondasi Finansial
Seharusnya, orang tua menjadi contoh pengelolaan keuangan yang sehat. Mengajarkan menabung, membuat anggaran sederhana, serta menunjukkan disiplin dalam mengelola uang adalah bekal penting bagi masa depan anak.
