kbeonline.id – PSIM Yogyakarta akhirnya bangkit dari periode sulit di BRI Super League 2025-2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Mataram sukses mengamankan kemenangan penting usai menundukkan Semen Padang FC dengan skor tipis 1-0, hasil yang menjadi titik balik kepercayaan diri tim.
PSIM Ambil Inisiatif Sejak Awal Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, PSIM Yogyakarta tampil agresif dengan langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola yang lebih dominan membuat Semen Padang FC memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Meski terus menekan, rapatnya barisan pertahanan Kabau Sirah membuat peluang-peluang PSIM belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata 0-0 masih bertahan.
Baca Juga:Teja Paku Alam Optimistis Persib Raih Hasil Positif di Kandang PersikPerkuat Putaran Kedua, Persijap Rekrut Duo Gelandang Eropa Borja Herrera dan Aly Ndom
Penalti Ze Valente Pecah Kebuntuan
Memasuki babak kedua, intensitas permainan PSIM semakin meningkat. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 setelah wasit menunjuk titik putih akibat pelanggaran di kotak penalti.
Ze Valente yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gelandang asing PSIM itu dengan tenang mengirim bola ke dalam gawang dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Semen Padang Menekan, PSIM Tetap Solid
Tertinggal satu gol, Semen Padang mencoba merespons dengan meningkatkan agresivitas permainan. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor di lini depan.
Namun, solidnya lini pertahanan PSIM Yogyakarta membuat setiap upaya Kabau Sirah selalu kandas. Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan 1-0 milik Laskar Mataram tetap terjaga.
Momentum Kebangkitan Laskar Mataram
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan bagi PSIM Yogyakarta setelah sebelumnya kesulitan meraih hasil maksimal. Tambahan tiga poin turut membantu PSIM memperbaiki posisi di klasemen sementara BRI Super League 2025-2026 serta meningkatkan kepercayaan diri tim untuk menatap laga-laga berikutnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Semen Padang FC yang masih berjuang keluar dari papan bawah. Hasil negatif tersebut menambah pekerjaan rumah bagi tim asal Sumatera Barat itu untuk segera menemukan konsistensi permainan.
