Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa tanggung jawab utama timnya adalah menemukan solusi di lapangan, terutama dalam menciptakan ruang untuk menyerang. Namun, hal tersebut gagal dieksekusi dengan baik.
“Pekerjaan kami adalah menciptakan ruang. Saya tahu ruang mana yang harus dimanfaatkan, bahkan saat mereka menekan. Tapi kami tidak melakukannya dengan baik,” tambahnya.
Evaluasi dan Tantangan ke Depan
Riekerink juga mengakui bahwa kekalahan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab timnya. Menurutnya, Dewa United tidak mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki dan gagal menggunakan ruang kosong secara efektif.
Baca Juga:Rekap Pekan ke-16 BRI Super League: Borneo FC Tangguh, Malut United Paling TajamMisi Tiga Poin Persib di Kediri Demi Rebut Kembali Puncak Klasemen
“Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena tidak mengeksekusi peluang. Laga ini memang milik Bhayangkara FC. Kami tidak menunjukkan apa yang seharusnya kami tunjukkan,” tutupnya.
Kekalahan ini membuat Dewa United kembali pulang tanpa poin dan menambah pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk segera memperbaiki performa. Jika situasi ini terus berlanjut, Dewa United berisiko semakin tertinggal dalam persaingan papan klasemen BRI Super League 2025-2026.
