kbeonline.id – Memasuki penghujung paruh musim, kompetisi kasta tertinggi di kawasan Asia Tenggara mulai menunjukkan wajah aslinya. Indonesia, Malaysia, dan Thailand sama-sama telah menjalani lebih dari separuh pertandingan musim 2025-2026. Namun, jika berbicara soal daya tarik dan tingkat persaingan, Super League Indonesia layak disebut sebagai kompetisi paling seru di antara ketiganya.
Perbedaan paling mencolok terletak pada ketatnya perebutan gelar juara, sesuatu yang justru mulai langka di Liga Malaysia dan Thailand musim ini.
Empat Tim Masih Berpeluang Juara di Super League
Hingga pekan ke-16, peta persaingan di papan atas BRI Super League 2025-2026 masih terbuka lebar. Setidaknya ada empat tim yang masih realistis berbicara soal gelar juara.
Baca Juga:Dewa United Kembali Terpeleset, Riekerink Soroti Minimnya Eksekusi PeluangRekap Pekan ke-16 BRI Super League: Borneo FC Tangguh, Malut United Paling Tajam
Borneo FC Samarinda untuk sementara berada di puncak klasemen dengan koleksi 37 poin dari 16 laga. Namun, posisi Pesut Etam belum aman sepenuhnya. Persija Jakarta membuntuti di peringkat kedua dengan 35 poin, hanya terpaut dua angka.
Persib Bandung yang berada di posisi ketiga juga mengoleksi 35 poin, membuat jarak antarkandidat juara nyaris tak terasa. Bahkan Malut United FC yang berada tepat di bawahnya masih sangat kompetitif dengan selisih hanya satu poin dari Persija dan Persib.
Situasi ini membuat setiap pekan Super League menjadi krusial. Satu hasil imbang atau kekalahan bisa langsung menggeser posisi di papan atas. Faktor inilah yang membuat pertandingan terasa hidup, penuh tensi, dan sulit diprediksi.
Thai League Mulai Kehilangan Unsur Kejutan
Berbeda dengan Indonesia, persaingan juara di Thai League 2025-2026 cenderung timpang. Buriram United tampil terlalu dominan sejak awal musim.
Klub yang diperkuat Sandy Walsh dan Shayne Pattynama tersebut kini memimpin klasemen dengan 41 poin dari 16 pertandingan, hasil dari 13 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.
Masalahnya, Buriram sudah unggul 11 poin dari pesaing terdekatnya, Ratchaburi FC. Dengan jarak sejauh itu, peluang klub lain untuk mengejar terasa sangat kecil. Jika tak ada keajaiban, Buriram hampir pasti kembali menjadi juara, bahkan sebelum musim mencapai fase akhir.
