Kondisi paling ekstrem justru terjadi di Malaysia Super League 2025-2026. Johor Darul Takzim (JDT) kembali menunjukkan superioritasnya tanpa perlawanan berarti.
Hingga pekan berjalan, JDT mengoleksi 39 poin sempurna dari 13 pertandingan, alias selalu menang. Dominasi ini membuat mereka unggul 11 poin dari Kuching FC yang berada di posisi kedua.
Situasi tersebut menegaskan bahwa Liga Malaysia praktis berjalan dengan satu kandidat juara sejak awal musim. Jika JDT kembali mengangkat trofi, hal itu bukanlah kejutan sama sekali.
Baca Juga:Dewa United Kembali Terpeleset, Riekerink Soroti Minimnya Eksekusi PeluangRekap Pekan ke-16 BRI Super League: Borneo FC Tangguh, Malut United Paling Tajam
Klub yang pernah diperkuat Jordi Amat ini memang telah menguasai Liga Super Malaysia selama satu dekade terakhir. Sejak musim 2014, tidak ada satu pun klub yang mampu menghentikan laju JDT. Gelar musim 2024-2025 bahkan menjadi trofi ke-11 mereka secara beruntun.
Super League Menawarkan Drama dan Ketidakpastian
Dibandingkan Malaysia dan Thailand, Super League Indonesia menghadirkan sesuatu yang kini semakin langka: ketidakpastian. Banyaknya kandidat juara, jarak poin yang rapat, serta intensitas persaingan membuat setiap pertandingan memiliki arti besar.
Bagi penikmat sepak bola, inilah alasan mengapa Super League musim ini terasa lebih hidup, penuh drama, dan layak ditunggu dari pekan ke pekan.
