KBEOnline.id – MediaTek lagi-lagi jadi bahan pembicaraan. Kabarnya, perusahaan asal Taiwan ini mulai menggeser fokus mereka—dari chip mobile seperti seri Dimensity yang selama ini jadi andalan, ke chip AI khusus atau ASIC. Sederhananya, sekarang mereka lebih serius main di ranah AI, bukan cuma jadi jagoan di chipset smartphone. Katanya sih, perubahan arah ini punya kaitan erat sama kerja sama MediaTek dengan Google, apalagi setelah mereka terlibat bareng dalam proyek chip AI untuk data center.
Sejak Maret 2025, MediaTek dan Google udah mulai bareng-bareng ngerjain TPU generasi ketujuh, namanya Ironwood. Dan bukan cuma itu—laporan terbaru bilang MediaTek juga ikut dalam pengembangan TPU generasi berikutnya, Zebrafish TPUv8x, yang targetnya jauh lebih ambisius. Proyek sebesar ini jelas butuh banyak tenaga, makanya MediaTek mulai mengalihkan sumber daya internal mereka dari divisi smartphone ke pengembangan chip AI kelas berat.
Para analis industri juga mengakui, desain TPU Google yang pakai proses fabrikasi 3 nanometer ini rumitnya setengah mati. Biar proyeknya nggak setengah-setengah, MediaTek sampai membentuk divisi ASIC khusus. Target produksinya pun nggak main-main. Produksi massal TPU Google dipatok mulai kuartal ketiga 2026, dengan target lima juta unit di 2027, naik jadi tujuh juta unit di 2028. Sementara itu, Broadcom juga kelihatan nggak mau kalah dan lagi menyiapkan kapasitas produksi sendiri buat proyek yang sama. Persaingan di dunia chip AI makin panas, pokoknya.
Baca Juga:RTX 3060 Hidup Lagi? NVIDIA Siap Bawa Balik Sang LegendaAnime Love Unseen Pamer Teaser & Visual, Siap Tayang 2026
Dari sisi internal, CEO MediaTek, Rick Tsai, kelihatan cukup pede sama proyek ASIC perdananya ini. Kalau semua berjalan sesuai rencana di 2026, pendapatan dari proyek ini bisa mendekati satu miliar dolar AS. Bahkan, di 2027, angka itu digadang-gadang bisa lompat jadi beberapa miliar dolar. Rumornya, MediaTek juga lagi siapkan proyek ASIC kedua buat Meta, kali ini pakai teknologi fabrikasi 2 nanometer yang lebih canggih lagi.
Sementara itu, lini chipset Dimensity sebenarnya belum benar-benar tenggelam. MediaTek dan Qualcomm sama-sama bakal pakai proses fabrikasi 2 nanometer N2P dari TSMC buat prosesor flagship berikutnya. Teknologi ini dijagokan bisa kasih performa CPU lebih ngebut dengan efisiensi daya yang makin oke—sesuatu yang wajib di pasar smartphone premium.
