Berawal dari Debat di Kerja Part-Time, Lahir Kreator Danganronpa

Berawal dari Debat di Kerja Part-Time, Lahir Kreator Danganronpa
Berawal dari Debat di Kerja Part-Time, Lahir Kreator Danganronpa
0 Komentar

KBEOnline.id – Kazutaka Kodaka, otak di balik Danganronpa dan The Hundred Line: Last Defense Academy, ternyata memulai perjalanan besarnya di industri game dari masa-masa yang sama sekali nggak mulus. Di akhir usia 20-an, hidupnya benar-benar serba abu-abu. Dia gonta-ganti kerja paruh waktu, sempat mencoba bikin film indie, dan terus mencari-cari jalur karier yang pas. Sudah sempat nyemplung ke dunia game, tapi belum juga nemu pegangan.

Salah satu kerja paruh waktunya waktu itu di toko game bekas. Nah, di sanalah, insiden kecil berubah jadi momen yang bikin hidupnya berbelok tajam. Suatu hari, Kodaka menegur juniornya, mahasiswi, gara-gara salah kerja. Sambil nyeletuk pedas, dia bilang juniornya bakal susah beradaptasi di dunia sosial. Eh, nggak disangka, si junior balas nyolot, katanya Kodaka sendiri sudah lama nggak hidup sebagai bagian dari “masyarakat normal.”

Kalimat itu beneran menampar. Kodaka langsung kepikiran masa depan, jadi gelisah, dan mulai bertanya-tanya: “Sebenarnya, gue lagi ngapain, sih?” Dari situ, dia sadar harus ngambil langkah—nggak bisa terus begini. Dia mulai serius lagi, balik nyari peluang di industri game.

Baca Juga:Menang Kontes, Novel Isekai Ini Malah Gagal Dapat Adaptasi MangaGalaxy S26 Makin Mahal, Samsung Tetap Kekeuh

Kodaka pun menghubungi kenalan lama, nyari kesempatan kerja di dunia game. Akhirnya, langkah itu membawanya ke Spike Chunsoft—tempat dia menciptakan Danganronpa yang akhirnya meledak dan dikenal di seluruh dunia. Tapi, nggak langsung sukses. Sebelumnya, dia sempat ikut berbagai proyek besar. Ada yang di tim motion capture-nya Clock Tower 3 di Capcom, gabung ke Flagship (anak perusahaan Capcom), dan nulis skenario buat Resident Evil 2, Onimusha, sampai The Legend of Zelda: The Minish Cap. Tapi tekanan kerja di sana berat banget, dia cuma bertahan setahun.

Setelah cabut dari Flagship, Kodaka balik ke hidup seadanya. Dia terus ngejar mimpi bikin karya yang benar-benar orisinal. Kerja paruh waktu buat bertahan, garap film indie, dan nyerap inspirasi dari mana-mana—film, anime dari kakaknya, game-game favoritnya. Dari masa itulah, identitas kreatifnya mulai terbentuk sedikit demi sedikit.

0 Komentar