Dari Karawang Presiden Prabowo Umumkan kepada Dunia Indonesia Resmi Swasembada Pangan, Beras Ada 3 Juta Ton

Presiden
Disambut ribuan petani, Presiden Prabowo launching Swasembada Pangan di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang.
0 Komentar

KBEonline.id- Dari sentra pertanian di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang hari ini Presiden Prabowo mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia resmi swasembada pangan.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, sekaligus panen raya pada hari ini, Rabu (7/1) di Kabupaten Karawang.

Acara hari ini menjadi tonggak sejarah baru RI yang sudah tak lagi mengimpor beras dan berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025.

Baca Juga:Jangan Hanya Wacana, Begini Cara Punya Emas Lewat Skema CicilanRekomendasi Ponsel 2 Jutaan Lengkap 2026, Harganya Sudah Turun dan Murah Banget!

Disambut 6 ribuan petani Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, yang menandai capaian cadangan beras Indonesia sebanyak 3 juta ton di tahun ini.

Mengenakan safari berwarna krem, Presiden Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 11.13 WIB. Setibanya di lokasi acara ‘Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan’, dari atas mobilnya, Prabowo menyapa para warga yang berada di lokasi.

Dalam acara tersebut Prabowo didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan. Turut hadir juga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi IV Titiek Hediyati Soeharto, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Swasemba Pangan Berkelanjutan

Upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan berkelanjutan terus diperkuat. Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.‎‎‎

Pembentukan Balai Besar tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025. Kebijakan ini bertujuan menghadirkan pendampingan teknologi pertanian secara langsung di daerah guna mendukung program swasembada pangan nasional.

‎‎‎Secara struktural, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Lembaga ini bertanggung jawab dalam mengoordinasikan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan teknologi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.‎‎‎Kepala BRMP Fadjry Djufry mengatakan, bahwa pembentukan 33 Balai Besar tersebut merupakan peningkatan status dari unit Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang telah beroperasi sebelumnya. ‎‎‎

Menurutnya, peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas implementasi program dan kebijakan Kementan.‎‎‎“Melalui jaringan kerja yang terintegrasi dari pusat hingga daerah, BRMP berperan strategis dalam mempercepat modernisasi pertanian melalui inovasi teknologi, penerapan standar mutu, serta penguatan kapasitas kelembagaan,”katanya.

0 Komentar