“Tidak semua perempuan dapat langsung menjalani pemeriksaan HPV. Syaratnya antara lain berusia 20–69 tahun, sudah menikah atau aktif berhubungan intim, tidak sedang menstruasi, tidak menggunakan sabun pembersih vagina, serta tidak melakukan hubungan intim dalam 2×24 jam sebelum pemeriksaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan kanker serviks sejak dini, seperti vaksinasi HPV sebelum menikah, menjaga kesehatan reproduksi, serta tidak berganti-ganti pasangan. Menurutnya, langkah pencegahan tersebut sangat berperan dalam menurunkan risiko kanker serviks.
Salah satu peserta dari warga umum, Susan Septiani, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa jika dilakukan secara mandiri, biaya pemeriksaan HPV bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah, sehingga program gratis ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga:B ERL Healthy Glaze Cushion, 1 Tepuk Glowing Sehat, Muka "Hidup" Seharian Tanpa Ribet!Tren Keren Dari Generasi Z: Tinggalkan Alkohol Dengan Banyak Olahraga!
Peserta lainnya, dosen Unsika Bener Winarsih, juga membagikan pengalamannya. Ia mengaku sempat khawatir karena mendengar anggapan bahwa pemeriksaan HPV terasa sakit.
“Prosesnya cepat, nyaman, dan tidak menimbulkan rasa sakit, terlebih didahului dengan edukasi yang jelas sebelum pemeriksaan dilakukan,” pungkasnya.(Aufa)
