kbeonline.id – Persebaya Surabaya resmi memasuki era baru di bawah kepemimpinan pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Juru taktik berlisensi UEFA Pro tersebut mulai menjalankan tugasnya menjelang laga pekan ke-17 BRI Super League 2025-2026, membawa harapan besar bagi kebangkitan tim kebanggaan Kota Pahlawan.
Kedatangan Bernardo Tavares langsung disambut antusias oleh Bonek, suporter fanatik Persebaya. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Nama Tavares lekat dengan kesuksesan besar saat membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022-2023, sebuah pencapaian yang kini diharapkan bisa terulang bersama Bajul Ijo.
Performa Persebaya Mulai Membaik
Menariknya, performa Persebaya menunjukkan grafik meningkat sejak manajemen mengumumkan penunjukan Bernardo Tavares sebagai pengganti Eduardo Perez. Setelah sempat terpuruk dengan catatan lima laga beruntun tanpa kemenangan, Bruno Moreira dan kawan-kawan berhasil bangkit.
Baca Juga:Usai Sapu Bersih Kandang, Persija Fokus ke Duel Panas Kontra PersibGol Telat Persik Bikin Persib Gagal Menang, Dewangga Tak Bisa Sembunyikan Kecewa
Persebaya mencatat dua kemenangan beruntun, yakni kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara serta kemenangan tipis namun krusial 1-0 saat menghadapi Madura United. Rangkaian hasil positif tersebut menjadi modal berharga bagi Tavares untuk memulai kiprahnya secara resmi di lapangan.
Sudah Bekerja Sejak Sebelum Datang ke Surabaya
Meski baru diperkenalkan ke publik, Bernardo Tavares menegaskan bahwa dirinya sudah mulai bekerja untuk Persebaya sejak Desember 2025. Ia menolak anggapan bahwa tugasnya baru dimulai setelah kontrak diumumkan dan hasil positif diraih tim.
“Bukan saat mereka menang atau seri. Saat kami sepakat tanda tangan kontrak, saya sudah bekerja untuk Persebaya,” ujar Bernardo Tavares.
Ia menjelaskan bahwa sejak awal sudah terlibat dalam proses evaluasi tim, termasuk mencari pemain anyar yang dibutuhkan untuk memperkuat skuad pada putaran kedua BRI Super League 2025-2026.
Tegaskan Bukan Pesulap, Minta Kesabaran Suporter
Di tengah euforia dan ekspektasi tinggi, Bernardo Tavares memilih bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan pesulap yang bisa langsung menyulap Persebaya menjadi tim juara dalam waktu singkat.
“Kita perlu membangun sesuatu. Saya bukan pesulap. Saya tidak datang dan mengatakan sekarang kita akan memenangkan semua pertandingan,” tegasnya.
Pelatih berusia 44 tahun itu juga meminta para pendukung memahami bahwa proses membangun tim membutuhkan waktu, terlebih Persebaya dalam beberapa musim terakhir cukup sering berganti pelatih.
