kbeonline.id – Arema FC tengah menghadapi persoalan serius di sektor lini depan pada BRI Super League 2025-2026. Produktivitas gol Singo Edan menurun drastis sejak striker andalan mereka, Dalberto Luan Belo, absen karena urusan pribadi di Brasil. Ketidakhadiran penyerang asal Brasil tersebut memberikan dampak signifikan terhadap daya gedor tim dalam beberapa laga terakhir.
Dalam tiga pertandingan terakhir yang dijalani Arema FC, kontribusi gol terbilang minim. Tim kebanggaan Aremania itu hanya mampu mencetak dua gol, itupun bukan berasal dari penyerang murni. Gol tersebut dicetak oleh bek kiri Iksan Lestaluhu saat Arema bermain imbang 2-2 melawan Madura United. Fakta ini semakin menegaskan bahwa masalah Arema FC bukan hanya soal hasil, melainkan tumpulnya lini serang.
Mandul di Dua Laga Beruntun
Kondisi semakin mengkhawatirkan ketika Arema FC gagal mencetak satu gol pun dalam dua laga berikutnya. Saat menghadapi Persita Tangerang dan Bali United, lini depan Arema tampil kurang efektif dan kesulitan menembus pertahanan lawan. Dua pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan identik 0-1, hasil yang membuat posisi Arema kian tertekan di klasemen sementara.
Baca Juga:Thom Haye Tak Sabar Rasakan Panasnya El Clasico Persib vs PersijaHasil Super League: Persita Hentikan Laju Borneo FC, El Clasico Penentu Puncak Klasemen
Absennya Dalberto benar-benar memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan tim terhadap satu pemain. Penyerang berusia 31 tahun itu selama ini menjadi tumpuan utama dalam membongkar pertahanan lawan, baik lewat penyelesaian akhir maupun pergerakan tanpa bola yang membuka ruang bagi rekan setimnya.
Marcos Santos Akui Ketergantungan Berlebihan
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tidak menutup mata terhadap situasi tersebut. Ia mengakui bahwa timnya sangat membutuhkan sosok Dalberto dan absennya sang striker memberikan dampak besar terhadap performa kolektif tim.
“Kami butuh dia dan harus ada evaluasi agar tim ini lebih kuat di putaran kedua,” ujar Marcos Santos.
Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa evaluasi lini depan akan menjadi fokus utama Arema FC jelang bergulirnya paruh kedua kompetisi. Marcos menyadari bahwa sebuah tim tidak boleh bergantung pada satu pemain saja, terlebih dalam kompetisi panjang dan ketat seperti BRI Super League.
