KBEOnline.id – Game indie di Jepang lagi naik kelas, dan bukan cuma isapan jempol. Menurut laporan terbaru dari Yano Research Institute—lembaga yang rajin banget ngamatin tren hiburan otaku—sektor game indie diprediksi jadi yang paling ngebut pertumbuhannya di pasar otaku tahun 2026 nanti.
Jadi gini, di laporan yang keluar 6 Januari kemarin, Yano ngebedah 17 kategori besar mulai dari anime, game, VTuber, sampe Vocaloid. Hasilnya lumayan mengejutkan. Game indie diperkirakan tumbuh 23,9% per tahun, paling tinggi dibanding kategori lain buat tahun fiskal 2026.
Apa sih yang bikin game indie ini tiba-tiba meroket? Banyak orang nunjuk ke kesuksesan game buatan developer lokal, kayak Urban Myth Dissolution Center sama The Exit 8. Dua judul ini benar-benar nyedot perhatian berkat konsepnya yang simpel, gameplay ramah pendatang baru, dan rilis di banyak platform. Jadi, makin banyak orang yang akhirnya penasaran dan nyobain game indie.
Baca Juga:Roblox Bakal Wajibkan Verifikasi Wajah Demi KeamananTheotown Indonesia Langsung Disorot Developer
Citra lama soal game indie yang katanya cuma buat gamer hardcore juga makin luntur. The Exit 8 bahkan udah jadi fenomena pop culture—sampai-sampai diangkat jadi film live-action, dan filmnya itu jadi yang paling laris sepanjang 2025 di Jepang. Lagu-lagu dari Urban Myth Dissolution Center juga sempat nangkring di puncak tangga lagu dan viral di medsos.
Sebenarnya, bukan cuma game indie yang naik daun. Sektor digital lain kayak VTuber juga tumbuh pesat, sekitar 20%, terus Vocaloid di angka 18%. Tapi, laju mereka masih di bawah game indie yang lagi tancap gas.
Kalau ngomongin nilai pasar, anime masih jadi raja di dunia otaku Jepang. Tahun fiskal 2025, pasar anime diprediksi tembus 410 miliar Yen, disusul doujinshi di angka 150 miliar Yen, dan game indie nyusul dengan 33 miliar Yen. Memang nilainya belum sebesar anime, tapi jelas banget game indie sekarang jadi sektor paling agresif dan jadi pusat perhatian menuju 2026. (*)
