KBEOnline.id – Roblox siap mengguncang aturan mainnya. Mulai minggu depan, siapa pun yang mau pakai fitur chat online harus lebih dulu lolos verifikasi wajah. Roblox nggak main-main soal keamanan, apalagi buat anak-anak yang jadi mayoritas penggunanya.
Dengan sistem baru ini, ruang chat bakal dibagi berdasar usia. Intinya, Roblox mau memutus peluang obrolan bebas antara pemain dewasa dan anak di bawah 16 tahun. Tujuan besarnya jelas: menekan kasus pelecehan online dan melindungi anak dari predator digital.
Buat pemain yang masih kecil, aturannya makin ketat. Anak di bawah 9 tahun wajib minta izin orang tua kalau mau aktifin chat. Roblox pengen seluruh pengalaman main tetap aman, terpantau, dan sesuai umur dari awal.
Baca Juga:Theotown Indonesia Langsung Disorot DeveloperDeveloper Splitgate: Jumlah Pemain Bukan Segalanya
Sebenarnya, fitur verifikasi wajah ini udah dites lebih dulu di Australia, Belanda, dan Selandia Baru. Setelah hasilnya oke, Roblox percaya diri meluncurkannya global. Prosesnya bertahap, tapi ditargetkan kelar dalam seminggu.
Cara verifikasinya sederhana, kok. Pengguna cukup rekam video selfie singkat lewat kamera gadget. Roblox kerja sama dengan Persona buat urusan data, dan mereka janji foto dan video langsung dihapus setelah umur diverifikasi.
Langkah baru ini lahir di tengah sorotan soal keamanan anak di Roblox. Meski sering dihujat, popularitas Roblox malah terus naik. Sepanjang 2025, mereka mencatat 152 juta pengguna aktif harian. Gen Z dan Gen Alpha bahkan betah nongkrong di Roblox rata-rata 2,7 jam sehari—lebih lama dari waktu mereka di TikTok, Instagram, atau YouTube. (*)
