KBEOnline.id – Tiba-tiba saja Theotown, game simulasi kota yang rilis 2019, naik daun lagi. Dan lucunya, hampir semua ini gara-gara pemain Indonesia. Di media sosial, konten Theotown bertebaran di mana-mana—ada yang pamer screenshot kota super absurd, ada juga cerita roleplay yang saking “relate”-nya sampai bikin ngakak. Komunitasnya makin ramai, dan akhirnya bikin developer-nya sendiri jadi penasaran.
Kali ini, komunitas lokal benar-benar jadi motor utama. Dulu, game pixel-art ini pernah naik pamor pas pandemi, tapi lama-lama sepi juga. Eh, sekarang malah hidup lagi gara-gara orang Indonesia yang mainnya habis-habisan, penuh roleplay, kreativitas, dan kadang satir khas netizen +62.
Developer-nya, Lobby Divinus, nggak buta soal ini. Mereka langsung sadar ada gelombang pemain baru dari Indonesia. Buktinya? Beberapa splash screen di dalam game sekarang bahkan menampilkan komentar developer soal ramainya pemain Indonesia. Ada juga pesan lucu yang bilang mereka jadi tertarik belajar Bahasa Indonesia—gestur kecil, tapi langsung disambut kompak sama komunitas.
Baca Juga:Developer Splitgate: Jumlah Pemain Bukan SegalanyaKit Columbina Genshin Impact, Seberapa OP?
Admin medsos Theotown juga nggak ketinggalan. Mereka bikin postingan khusus di grup Theotown Community of Indonesia, nanya pendapat dan pengalaman main para pemain. Interaksi kayak gini bikin hubungan developer dan komunitas tambah akrab.
Serbuan pemain Indonesia bahkan sempat bikin masalah teknis. Beberapa hari lalu, login Theotown versi Android sempat dibatasi Google. Info ini muncul dari unggahan anggota komunitas yang dapet notifikasi gagal login karena akses sementara dibatasi. Paling kuat sih, server-nya kaget sama lonjakan login pemain baru.
Tapi pas dicek lagi tanggal 9 Januari, akses login sudah balik normal—pakai akun Google atau tanpa login, sama-sama lancar. Kayaknya, masalahnya memang cuma sebentar dan developer langsung gerak cepat. Fenomena ini jelas nunjukin betapa gilanya gelombang pemain Theotown dari Indonesia dalam waktu singkat. (*)
