FOMO (fear of missing out) sering membuat orang menutup mata terhadap risiko. Produk dibeli tanpa memahami cara kerja, potensi keuntungan, dan kemungkinan kerugiannya. Saat pasar bergerak tak sesuai harapan, panik pun muncul, bahkan berujung rugi.
Di 2026, investasi perlu dimulai dari pemahaman, bukan dari rasa takut ketinggalan. Lebih baik berjalan pelan tapi paham arah, daripada terburu-buru tapi tersesat.
Saatnya Lebih Bijak Mengelola Uang
Kesalahan finansial sebenarnya bukan soal kurang pintar, tapi soal kebiasaan yang dibiarkan berulang. Tahun 2026 bisa jadi momen untuk berhenti mengulang pola lama dan mulai membangun keuangan yang lebih sehat.
Baca Juga:LBH Pangkal Perjuangan Ultimatum Pemkab Tutup THM Tak BerizinFood Genomics Mulai Dilirik, Pola Makan Kini Lebih Personal Berbasis DNA
Dengan anggaran yang jelas, sumber penghasilan yang lebih dari satu, serta keputusan investasi yang matang, kondisi finansial bukan hanya lebih aman, tapi juga lebih tenang. Karena pada akhirnya, tujuan mengelola uang bukan sekadar punya banyak, tapi bisa hidup tanpa rasa cemas.
