“Masalah cedera ini sudah kami alami dalam beberapa pekan terakhir. Kami sudah menyesuaikan dan tetap fokus dengan pemain yang siap tampil,” jelasnya.
Ia percaya bahwa kedalaman skuad PSIM cukup untuk tetap bersaing, bahkan di laga tandang dengan tekanan tinggi seperti menghadapi Madura United.
Persaingan Ketat di Papan Atas Jadi Motivasi
Saat ini PSIM Yogyakarta berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 27 poin. Kemenangan atas Madura United menjadi krusial jika mereka ingin terus menempel Persita Tangerang di posisi kelima dengan 31 poin.
Baca Juga:Madura United Siap Persembahkan Kado Spesial di Hari Jadi ke-10 KlubHasil Super League: Gol Cepat dan Drama Kartu Merah Antar Bali United Taklukkan PSM
Di sisi lain, persaingan juga datang dari bawah. Persebaya Surabaya yang berada di peringkat kedelapan dengan 25 poin masih memiliki satu laga tunda, sementara Bali United di posisi ketujuh telah mengoleksi 27 poin dari 17 pertandingan. Kondisi ini membuat PSIM tidak memiliki ruang untuk lengah.
Madura United Dinilai Lebih Berbahaya
Jean Paul juga menyoroti kekuatan Madura United yang dinilainya berbeda dibandingkan saat kedua tim bertemu di laga uji coba pramusim, di mana PSIM menang 2-0.
“Pramusim itu fokusnya pada kebugaran dan mencari kombinasi terbaik. Sekarang situasinya jelas berbeda. Madura United sudah berganti pelatih, dan itu berarti ada energi baru serta cara bermain yang baru,” pungkasnya.
Dengan segala dinamika tersebut, PSIM Yogyakarta siap tampil habis-habisan demi menjaga konsistensi dan ambisi mereka di papan atas, sekaligus membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tamu di pesta ulang tahun Madura United.
