Carlos Parreira Kecewa, Keputusan Wasit Disorot Usai Madura United Kalah

Carlos Parreira
Carlos Parreira
0 Komentar

kbeonline.id – Kekalahan telak Madura United dari PSIM Yogyakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025-2026 masih menyisakan kekecewaan mendalam di kubu tuan rumah. Bertanding di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan, Sabtu (10/1/2026) malam, Laskar Sape Kerrab harus menyerah dengan skor 0-3 dalam laga yang sarat kontroversi.

Usai pertandingan, pelatih Madura United, Carlos Eduardo Biasi Parreira, secara terbuka menyoroti sejumlah keputusan wasit yang menurutnya cukup mengejutkan dan berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin sepenuhnya menyalahkan perangkat pertandingan atas kekalahan timnya.

Keputusan Wasit Jadi Sorotan Utama

Carlos Parreira mengaku sulit menerima jalannya laga yang menurutnya diwarnai banyak keputusan yang dianggap keliru. Ia menyebut hal tersebut membuat pertandingan berjalan di luar kendali timnya, terutama setelah beberapa momen krusial tidak berpihak kepada Madura United.

Baca Juga:Hasil Super League: Drama VAR dan Tiga Kartu Merah Warnai Kemenangan PSIM atas Madura UnitedHasil Super League: Persebaya Taklukkan Malut United 2-1, Gali Freitas Jadi Pembeda

“Sangat sulit bagi saya untuk berbicara tentang pertandingan seperti ini. Sangat sulit, karena ada begitu banyak keputusan yang menurut saya salah. Lagi-lagi soal wasit,” ujar Carlos dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan.

Meski demikian, pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa ia tidak mempersoalkan kartu merah yang diterima salah satu pemainnya. Menurutnya, pelanggaran tersebut memang layak diganjar kartu merah dan menjadi konsekuensi yang harus diterima tim.

“Saya sangat terkejut dengan beberapa keputusan. Tapi saya tidak bicara soal kartu merah, karena itu memang benar-benar kartu merah,” tegasnya.

Gol Balotelli yang Dianulir Picu Kekecewaan

Salah satu momen yang paling disoroti Carlos Parreira adalah gol Balotelli pada menit ke-47 yang dianulir wasit karena dianggap offside. Gol tersebut sejatinya sempat membangkitkan semangat Madura United yang kala itu masih berupaya bangkit usai bermain dengan 10 orang.

Menurut Carlos, keputusan offside tersebut patut dipertanyakan. Ia menilai bola yang diterima Balotelli berasal dari sentuhan pemain lawan, sehingga secara aturan seharusnya tidak dianggap offside.

“Apa yang saya tahu tentang sepak bola, jika bola datang dari lawan dan diberikan kepada kita, itu bukan offside. Dan itulah yang terjadi,” jelasnya.

0 Komentar