KBEONLINE.ID BANDUNG – Keputusan pelatih Persib Bandung jelang laga panas kontra Persija Jakarta benar-benar mengundang tanda tanya. Di tengah misi wajib menang demi menjaga asa di papan atas, nama Federico Barba justru kembali mengawali laga dari bangku cadangan. Padahal, duel bertajuk Derbi Klasik ini dikenal sebagai laga yang menuntut pengalaman, ketenangan, dan mental baja.
Susunan pemain yang diturunkan Persib pun langsung memantik diskusi di kalangan Bobotoh. Beberapa pilihan terkesan berani, bahkan bisa dibilang di luar dugaan.
Lini Belakang: Tanpa Barba, Risiko Besar di Laga Panas
Baca Juga:Kemewahan Hidup Selalu Jalan-Jalan dan Bakar Duit, Padahal Ada yang Sederhana yang Terasa Mewah Tanpa BiayaRahasia Bibir Korea Gen Z? B ERL Lip Stain Cover Total 8 Jam, Makan Mie Setan Pun Nggak Luntur!
Di sektor pertahanan, Persib menurunkan Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan duet bek yang tidak sepenuhnya ideal untuk laga berintensitas tinggi. Tanpa Barba sebagai palang pintu utama, lini belakang Persib jelas kehilangan sosok berpengalaman yang kerap menjadi penenang saat tekanan meningkat.
Menghadapi Persija yang dikenal agresif dan cepat dalam transisi menyerang, absennya Federico Barba dari starting XI berpotensi menjadi celah. Apalagi, laga derbi kerap ditentukan oleh detail kecil dan kesalahan individu.
Lini Tengah: Kunci Permainan Ada di Kaki Klok dan Reijnders
Di tengah, Persib masih mengandalkan Marc Klok sebagai jenderal lapangan. Perannya akan sangat krusial, bukan hanya sebagai pengatur tempo, tetapi juga pemimpin di lapangan. Klok diproyeksikan menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, sekaligus pemutus serangan lawan.
Sementara itu, kehadiran Reijnders dan Haye memberi warna berbeda. Kombinasi tenaga, visi, dan keberanian duel di lini tengah diharapkan mampu meredam dominasi Persija serta membuka ruang bagi lini serang. Namun, lini ini dituntut konsistensi penuh selama 90 menit, karena satu celah saja bisa berakibat fatal.
Lini Sayap: Beckham dan Berguinho Jadi Senjata Kejut
Dari sisi sayap, Beckham Putra kembali dipercaya. Kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadi senjata utama Persib untuk membongkar pertahanan Persija. Namun, Beckham juga dituntut lebih efektif dalam pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.
