Gol kedua Persis lahir dari situasi bola mati. Tendangan bebas mengarah ke kotak penalti berhasil dimenangkan Cleylton Santos dalam duel udara. Lemahnya koordinasi antara lini belakang dan kiper Semen Padang dimanfaatkan Kodai Tanaka yang menyundul bola ke gawang kosong. Persis berbalik unggul 2-1.
Drama VAR yang Memicu Tanda Tanya
Pertandingan sempat diwarnai kontroversi ketika Persis berpotensi mendapatkan penalti. Wasit Yudai Yamamoto terlihat cukup lama menunggu konfirmasi VAR sebelum akhirnya berlari ke monitor tepi lapangan.
Situasi tersebut membingungkan penonton di stadion maupun layar kaca. Pasalnya, keputusan akhir justru menyatakan offside terjadi sebelum kemelut. Pertanyaan pun muncul, karena keputusan offside seharusnya berada di ranah VAR tanpa perlu tinjauan langsung wasit utama.
Baca Juga:Hasil Super League: Arema FC Bangkit Dramatis, Dua Gol Injury Time Hancurkan PersikCarlos Parreira Kecewa, Keputusan Wasit Disorot Usai Madura United Kalah
Gol Injury Time Kunci Kemenangan Persis
Di sisa waktu pertandingan, Semen Padang kesulitan membangun serangan berarti. Justru Persis Solo yang kembali mencuri gol pada masa injury time.
Irfan Jauhari tampil dingin menuntaskan peluang untuk membawa Persis unggul 3-1. Gol tersebut seakan memastikan kemenangan tim tamu. Meski Ricki Ariansyah sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 beberapa menit jelang peluit akhir, Semen Padang gagal menyamakan kedudukan.
Klasemen Zona Merah Kian Ketat
Hasil akhir 3-2 ini membuat Persis Solo menyamai perolehan poin Semen Padang di peringkat ke-16 dengan koleksi 10 poin. Zona degradasi pun semakin panas dan ketat, menjanjikan persaingan sengit hingga putaran kedua BRI Super League 2025-2026.
