Sampah Kiriman Kembali Teror Kabupaten Bekasi

Sampah menumpuk.
Sampah menumpuk tidak tertangani, solusi pemerintah dinilai tidak tepat.
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Sampah kiriman dari Jakarta dan Kota Bekasi kembali menjadi persoalan serius di wilayah Kabupaten Bekasi. Tumpukan sampah kerap tersangkut di Kali Jambe, tepatnya di crossing Tol Jakarta-Cikampek Km 19, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan. Kondisi ini hampir selalu terjadi setiap musim penghujan.

Sebagian besar sampah yang menyumbat aliran Kali Jambe merupakan sampah rumah tangga yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan TPST Sumur Batu, Kota Bekasi. Sampah tersebut terbawa arus air saat debit sungai meningkat, lalu menumpuk di gorong-gorong bawah tol hingga menghambat aliran air.

Permasalahan semakin pelik karena sampah tersebut tidak dapat dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Baca Juga:Rekomendasi Spot Mancing Nyaman dan Menarik 2026 di CikarangRekomendasi Motor Anak Muda dengan Desain Sporty Tapi Irit

Selain bukan berasal dari Kabupaten Bekasi, kondisi TPA Burangkeng juga tidak memungkinkan untuk menampung sampah tambahan.

Akibatnya, sampah sementara ditumpuk di pinggir Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan pengguna jalan serta warga sekitar.

Berdasarkan perhitungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, total sampah yang menumpuk mencapai sekitar 157 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Donny Sirait, mengatakan curah hujan tinggi kerap menyebabkan sampah dari luar wilayah Kabupaten Bekasi terbawa arus dan menyangkut di crossing Tol Japek Km 19. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH telah melakukan mitigasi dengan memasang kubus apung sebagai penahan sampah.

“Namun jika curah hujan tinggi, sampah dari luar Kabupaten Bekasi itu tetap lolos karena arus terlalu kuat, sehingga menyumbat gorong-gorong di Km 19,” ujar Donny di Cikarang Pusat, Minggu (11/1).

Gunungan sampah yang menimbulkan aroma tak sedap ini juga mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pada Kamis (8/1), Dedi meninjau langsung lokasi dan memerintahkan DLH Kabupaten Bekasi dan DLH Kota Bekasi untuk berkolaborasi memindahkan sampah ke TPST Sumur Batu.

Saat ini, proses pengangkutan masih berlangsung dengan mengerahkan dua alat berat dan 10 armada truk milik DLH Kabupaten Bekasi. Kepala UPTD II DLH Kabupaten Bekasi, Adi Suryana, menegaskan pihaknya akan mengawal proses pengangkutan hingga tuntas.

0 Komentar