“UPTD DLH Wilayah II mengirimkan 10 armada dan saya akan kawal sampai benar-benar clear. Karena kalau sampai longsor, timbunan sampah ini bisa memutus jalur nasional Tol Jakarta-Cikampek,” tegas Adi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengakui bahwa hulu sampah rumah tangga tersebut memang berasal dari TPST Sumur Batu. Ia menjelaskan, Pemkab Bekasi sebelumnya telah menggelar rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menjalin kerja sama dengan PT Indocement, namun rencana tersebut belum terealisasi karena kendala anggaran.
“Kita bersyukur sekarang sampah itu bisa dibuang ke TPST Sumur Batu. Ke depan, sinergitas harus terus berjalan. Kita tidak boleh saling menyalahkan, tapi saling menyadari bahwa ini adalah kewajiban kita bersama, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota Bekasi,” tutup Endin. (Iky)
